Categories: METROPOLIS

Persoalan Sertifikat 155 Kepala Keluarga Mencuat

JAYAPURA-Dari safari Ramadhan hari pertama yang dilakukan Ketua DPRD  Kota Jayapura, Abisai Rollo di APO Pantai Distrik Jayapura Utara, terungkap bahwa ada persoalan sertifikat tanah dari 155 kelapa keluarga yang hingga kini belum tuntas.

  Padahal menurut salah satu tokoh masyarakat disana pihaknya sudah memiliki pelepasan, namun hingga kini terasa sulit untuk bisa memiliki sertifikat. Warga yang berjumlah sekitar 700 orang ini mengaku  belum nyaman karena belum mendapat pengakuan dari negara.

  “Ada banyak yang lebih dulu tinggal disini, saya sendiri dulunya di belakang Kantor Perhubungan dan pindah kesini (APO Pantai) sejak tahun 2001 namun sejak dulu hingga kini persoalan sertifikat tidak pernah selesai,” jelas Darwis dalam diskusi di Masjid Miftahul Jannah, Kamis (7/4).

   Lalu keberadaan ratusan warga ini kata Darwis  tak lepas dari izin yang diberikan masyarakat dari suku Kayu Pulo, namun ketika masyarakat adat sudah mengakui justru negara belum mengakui.

  “Kami ingin ada pengakuan dari pemerintah juga biar kami tenang. Hal ini dulu – dulu sering kami sampaikan saat anggota DPR reses ke sini tapi sama saja,” bebernya.

  Terkait ini Rollo menjanjikan akan meminta BPN untuk  menuntaskan. “Nanti saya  coba komunikasikan, seharusnya kalau sudah punya pelepasan ya tinggal disusul sertifikat tapi  nanti kita cek mungkin ada persyaratan atau kendala yang harus diselesaikan dulu,” jelasnya. “Bisa jadi ada aturan yang menghambat tapi kalau tidak ada yang menghambat saya pikir harusnya dibuatkan sertifikatnya,” imbuhnya.

   Disini Abisai Rollo juga meminta agar warga  bisa menciptakan ketenangan dan kenyamana di lingkungan masing – masing. Apalagi saat ini umat Islam tengah menjalani ibadah puasa  sehingga semua harus dilewati dengan rasa dengan suka cita. “Kami juga tidak mau teman – teman yang beribadah justru tidak merasa tenang ketika beribadah,” tambahnya.

  Lalu ada beberapa aspirasi yang disanggupi ketua DPRD untuk dibantu. “Seingat saya tahun lalu saya menyerahkan 1 hewan kurban, tapi baru kali ini saya datang dan masuk ke masjid ini. Sekali lagi itu bukan ada kepentingan, tapi kepedulian, apa yang bisa saya bagi maka itu akan saya lakukan. Soal agama itu urusan personal,  tapi ini soal toleransi dan kemanusiaan yang harus tetap dipupuk dan dijaga,” imbuhnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

8 hours ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

9 hours ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

10 hours ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

11 hours ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

12 hours ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

19 hours ago