Pengembangan destinasi ini juga dibarengi dengan pelatihan pengelola wisata kepada masyarakat lokal, termasuk pelatihan dibidang kuliner. Dispar akan membekali masyarakat dengan keterampilan pengelolaan destinasi, pelayanan wisata, hingga pengolahan dan penyajian kuliner khas agar mampu bersaing dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
Untuk memastikan pengembangan berjalan optimal, Dispar Kota Jayapura akan berkolaborasi dengan sejumlah OPD terkait, seperti dinas teknis pembangunan infrastruktur, keamanan, hingga pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan kawasan wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kata Richard, lokasi ini merupakan akan menjadi contoh untuk semua spot wisata yang ada di Kota Jayapura.”Yang pasti akan kita garap semua, tapi harus bertahap dan dimulai dari Pasir 1 dan 2,” ungkapnya.
Proses pengembangan Pasir 1 dan Pasir 2 Holtekamp sudah mulai dikerjakan sejak tahun ini. Pemerintah Kota Jayapura menargetkan kawasan wisata ini dapat dilaunching pada Juni 2026, sehingga dapat segera dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…