

Menurutnya hal ini sangat mengganggu kenyamanan masyarakat untuk berwisata atau sekedar mengunjungi Jembatan Merah ataupun kafe-kafe dan rumah makan yang ada di sekitar kawasan tersebut.
JAYAPURA– Kepala Dinas Pariwisata Kota, Matias B. Mano menyayangkan aksi-aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum masyarakat di Kota Jayapura yang menjadikan tempat atau area tujuan wisata di Kota Jayapura dialihfungsikan menjadi lokasi berpesta miras.
Menurutnya hal ini sangat mengganggu kenyamanan masyarakat untuk berwisata atau sekedar mengunjungi Jembatan Merah ataupun kafe-kafe dan rumah makan yang ada di sekitar kawasan tersebut.
“Itu memang membuat orang merasa tidak nyaman, karena misalnya kalau kita keluar dari arah Cafe di pinggir itu kita harus mutar, supaya enak kalau kita mau ke arah kota tidak terganggu dengan kendaraan yang dari arah Holtekamp. Dari situ tempat sudah gelap dan itu dijadikan tempat orang nongkrong dan pesta miras di situ, itu sangat miris sekali,” kata Matias B. Mano, Sabtu (3/11).
Karena itu, dia berharap ada peran dari aparat keamanan, terutama aparat kepolisian untuk melakukan patroli di sekitar kawasan itu. Karena tidak mungkin hanya mengharapkan satuan polisi pamong praja. Ada puluhan oknum warga yang biasa datang ke tempat itu untuk melakukan pesta miras.
“Dan kadang mereka juga parkir tidak saja di luar, tetapi sudah di area jalan. Kan itu sangat mengganggu para pengunjung lain,” katanya.
Page: 1 2
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos, M.Si menyatakan respon cepat yang diambil…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…