Categories: METROPOLIS

Masyarakat Adat Harus Dilibatkan

Soal Rencana Kelanjutan Pembangunan Jalan Sisi kiri Holtekamp

JAYAPURA- Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,mendukung rencana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah  XVIII Jayapura dalam melakukan pengaspalan jalan sebelah kiri pantai Holtekamp.

Kepala BBPJN Wilayah XVIII Jayapura Edo Sasaray dalam Rakor bersama Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., membahas kelanjutan pembangunan jalan sisi kiri  Hamadi – Holtekam, di Parkiran Mainhall kantor Wali Kota Jayapura, Kamis, (5 /11) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Untuk itu, Pemerintah Kota Jayapura bersama BBPJN Wilayah XVIII Kemetrian PUPR telah menggelar rapat kordinasi (Rakor) kelanjutan pembangunan jalan sisi kiri  Hamadi – Holtekam, berlangsung di Parkiran Mainhall kantor Wali Kota Jayapura, Kamis, (5 /11) antara Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,bersama Kepala BBPJN Wilayah XVIII  Jayapura, Sekretaris daerah Kota Jayapura, Kepala Dinas Pekerjaan Umum  dan Tata Ruang Kota Jayapura, kepala bagian pemerintahan setda kota Jayapura, kepala pemerintahan Kampung Tobati, Engross, Nafri dan Holtekam.

   Point penting yang dikatakan Wali Kota dalam Rakor itu, Pemkot Jayapura sangat setuju dan mendukung kelanjutan pembangunan jalan untuk dilakukan pengaspalan disebalah sisi kiri Hamadi-Holtekamp, karena ini untuk  memperlancar arus kendaraan baik dari sisi kanan dan kiri dan untuk kenyamanan serta keselamatan bersama.

Namun terlepas dari itu, wali kota juga minta dalam pembangunan jalan harus melibatkan masyarakat adat apakah dari tobati, enggros, nafri serta holtekamp. Dengan demikian, masyarakat ada akan ada peran penting dan tetap diperhatikan oleh pemerintah.

Sementara itu, Kepala BBPJN Wilayah XVIII Jayapura Edo Sasaray berharap dengan akan dilakukannya kelanjutan pembangunan jalan dan pengaspalan di sebelah sisi kiri pantai holtekamp ia berharap ada dukungan semua masyarakat adat sehingga pembangunan bisa lancar tidak ada hambatan dan tepat waktu.

Karena dana untuk pembangunan dan pengaspalan jalan sudah ada tinggal dilakukan pelelangan tahun ini dan pengerjaaan bisa dilakukan selama 5-6 bulan. Untuk sumber  dana APBN di Kementerian PUPR sekira Rp 80 miliar. Dengan panjang pekerejaan pembangunan dan pengaspalan jalan sepanjang 7.5 KM dengan lebar 20 meter. (dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

1 day ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

1 day ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

1 day ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

1 day ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

1 day ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

1 day ago