Categories: METROPOLIS

Bentar Mano: Jeramba Bakau Belum Dibuka Resmi

JAYAPURA-Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Mathias Bentar Mano menegaskan bahwa hingga kini lokasi wisata jeramba di hutan bakau tak jauh dari Jembatan Youtefa belum dibuka secara resmi. Meski spot wisata tersebut telah diresmikan oleh wali kota sebelumnya, Benhur Tomi Mano namun untuk dikunjungi bagi masyarakat umum hingga kini belum diberlakukan.

    Bentar menyayangkan adanya oknum warga yang dengan sengaja mengoperasikan jeramba tersebut, terlebih melakukan penarikan pungutan bagi pengunjung. “Jadi sekali lagi lokasi wisata itu belum dibuka untuk dikunjungi, karena masih ada perbaikan dan penambahan – penambahan, makanya saya  mendengar ketika itu (jeramba) dibuka lalu ada retribusi masuk kami menyayangkan hal tersebut,” jelas Bentar Mano saat ditemui di lokasi Irian Creative Week di Jayapura, Senin (6/3).

   Ia menyebut ini karena ketidakpahaman warga yang seenaknya memanfaatkan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Itu adalah aset pemerintah dan masih dikaji terkait besaran biaya pintu masuk dan masih ada penambahan.

  “Dan nanti pengelolaannya oleh Pemda karena akan dihitung besaran retribusinya. Ini harus disesuaikan  dengan kondisi dan fasilitas yang ada di dalam. Jangan memberi tarif mahal namun tidak sebanding dengan apa yang diperoleh, hanya ada jeramba kosong,” beber Bentar Mano.

  “Ini yang masih kami tahan, pintu masuk, nilai retribusi dan pengunjung dapat apa saja itu harus disiapkan. Jadi pemerintah yang mengelola sedangkan untuk jualan dan lainnya silahkan dimanfaatkan oleh masyarakat local,” imbuhnya.

  Terkait penarikan yang bisa dibilang liar tersebut, kata Bentar, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sebab beberapa kali pintu masuk digembok tapi malah dibongkar.

  “Kami pasang lagi eh dibongkar lagi, makanya kami minta ini ditindak karena itu dibangun oleh pemerintah dan ternyata pintunya dijebol terus dan sekarang ada penarikan retribusi. Kami minta pintu ini ditutup saja oleh aparat sebab kalau pemerintah yang menutup nanti dibongkar lagi,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

9 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

17 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

18 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

19 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

20 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

23 hours ago