Categories: METROPOLIS

Bentuk Tim Penanganan Pasar!

Pedagang Pasar baru Youtefa Kotaraja tengah membangun lapaknya. Foto ini diambil Senin (22/12) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Atasi Permasalahan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., mengakui, saat ini kondisi pasar baru Youtefa Kotaraja sudah semakin semrawut, jorok dan bau, akibat pedagang yang membuat tempat jualan tidak teratur. Ya, seperti pembuangan isi perut ikan di los ikan juga tidak bagus, termasuk ada oknum yang menjual belikan tempat di pasar baru itu.

Dalam menyikapi hal tersebut serta dalam menyambut peresmiannya dalam waktu dekat ini, wali kota minta dibuat tim kecil dalam penanganan masalah di pasar baru youtefa kotaraja. Supaya pada saat dilakukan peresmian bisa berjalan lancar, maksimal tanpa ada hambatan atau keluhan dari masyarakat dan pedagang di sana.

“Saya sudah cek pasar baru Youtefa Kotaraja pada pagi hari tanpa ada pedagang dan masyarakat yang tahu memang banyak permasalahan yang saya temukan dan dengar langsung dari para pedagang mulai tempat jualan jadi semrawut karena tidak dilakukan pengawasan oleh kepala pasar atau Disperindagkop, sisa isi perut ikan di los ikan dibuang seenaknya di bak sampah jadi akhirnya bau kemana -mana dan masih ditemukan mafia yang menjual tempat, termasuk ada pedagang yang enggan berjualan di tempat yang sudah disediakan, ini saya minta harus dibuat tim kecil untuk menangani ini semua,’’ucapnya, Rabu (6/1) kemarin.

Wali Kota juga mengakui, bahwa program prioritas tahun 2021 salah satunya adalah meresmikan pasar baru Youtefa Kotaraja jadi mau tidak mau dalam waktu dekat ini wali kota harus bisa segera meresmikan pasar baru dan sejumlah permasalahan pasar harus diselesaikan dengan baik dengan membuat tim kecil di dalamnya ada Disperindagkop, DLHK, Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Jayapura, Dinas PUPR PKP, Kepala Pasar baru dan unsur lainnya, supaya satu persatu masalah di pasar baru bisa diselesaikan dengan baik.(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago