Categories: METROPOLIS

Hari Pertama, ABR-HARUS Langsung Buat Gebrakan

Buka Portal dan Ubah Jam Operasional Pasar Otonom yang Dikeluhkan Pedagang

JAYAPURA – Hari pertama kerja Walikota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Walikota, Rustan Saru, langsung membuat gebrakan kebijakan saat meninjau kondisi pasar Youtefa Otonom, Selasa (4/3). Dalam kunjungannya tersebut, ABR-HARUS sapaan akrab walikota dan wakil walikota Jayapura itu didampingi oleh sejumlah pimpinan OPD terkait.

   Dalam keterangannya, Walikota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan bahwa masalah pasar sudah menjadi komitmen ABR-HARUS sejak awal, bahakan sudah bagian dari janjian politiknya bersama Rustan Saru.

   “Kita hadir untuk menepati janji kita saat kampanye,” ungkap Abisai Rollo di sela kunjungan berlangsung.

  Para pedagang yang antusias menyambut kedatangan pemimpin baru Kota Jayapura itu menyampaikan untuk menyelesaikan persoalan yang ada salah satunya adalah jam buka tutup pasar.

   Selain itu juga ada portal yang ditempatkan dipintu jalan masuk pasar yang menurut pedagang sangat mengangu. “Kita sudah mendengar keluhan pedagang, dan mulai hari ini kita tetapkan, jam buka tutup pasar dimulai dari pukul  03:00 pagi hingga jam 10:00 malam. Portal juga akan kita bongkar agar masyarakat tidak merasa terganggu,” ungkapnya.

  “Selain itu juga soal karcis kamar WC, ita akan perintahkan dinas terkait untuk segera diurus dan cepat atau lambat akan tidak dibayar lagi,” lanjutnya.

  Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru menyampaikan bahwa soal pasar akan dikerjakan bertahap.”Saat ini kita tuntaskan yang di dalam lingkungan pasar dulu, setelah itu kita tuntaskan yang di luar,  seperti pedagang yang ada di jalan itu,” ujar Rustan Saru.

  Diharapkan para pedagang untuk menaati imbauan pemerintah untuk tidak berjualan di luar lokasi pasar, apalagi di badan jalan yang sangat mengangu aktivitas lalulintas umum. “Setelah kita tuntaskan persoalan yang ada di dalam pasar, diharapkan tidak lagi ada pedagang yang berjualan di pinggir jalan itu, karena sangat berisiko tinggi,” ungkapnya.

   ABR-HARUS juga berharap perlu ada keseriusan dinas terkait untuk menata pasar ini agar tidak lagi ada hal-hal yang mengangu kenyamanan para pedagang.(kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

2 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

3 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

9 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

10 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

11 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

16 hours ago