Categories: METROPOLIS

Jumlah Jamaah Umrah Papua Belum Bisa Dipastikan

Yang Tertahan Akibat Memanasnya Situasi di Timur Tengah

JAYAPURA – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kian mencekam, menyusul serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Hingga kini belum dapat dipastikan kapan kondisi tersebut akan mereda dan kembali normal.

Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menyampaikan bahwa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi ditunda atau ada pembatalan. Seiring eskalasi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag, M.M meminta seluruh masyarakat Papua yang sedang menjalankan ibadah umrah untuk tetap tenang dan tidak panik.

Dia menyebut pemerintah terus berkoordinasi dengan KBRI di Riyadh, KJRI Jedah, serta Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah guna memastikan keamanan dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. KUH Jedah juga menjalin komunikasi intensif dengan maskapai dan biro perjalanan untuk mencari solusi atas gangguan jadwal keberangkatan maupun kepulangan.

Selain itu, Kemenhaj Papua juga terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan masyarakat yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Untuk jumlah kita tidak tahu persis, yang pasti ada. Kami terus berkoordinasi agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat tempat aman dan layak,” kata Musa, Selasa (3/3).

Musa menambahkan, pemerintah turut mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Dia meminta masyarakat Merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Musa memastikan bahwa hingga saat ini belum ada dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal,” ujar Musa.

Menurutnya, total jamaah haji Papua yang akan direncanakan berangkat pada Mei mendatang sebanyak 933 jemaah. Jumlah tersebut terdiri dari 47 jemaah haji prioritas (Lansia), ditambah empat (4) orang KBIHU dan lima (5) orang PHD.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pergantian Pemimpin Iran Tak Sesuai Harapan Trump, Konflik Diprediksi Rumit

Pemerintah Teheran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Ketidaksenangan Trump mencerminkan harapan Washington…

42 minutes ago

Sikapi Situasi di Timur Tengah, Indonesia Siapkan Skenario Terburuk

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, Presiden Prabowo telah memitigasi berbagai…

2 hours ago

Kisah Mobil Listrik Cello Buatan Indonesia yang Gagal Produksi

Mobil listrik Cello pun lahir sebagai salah satu prototipe yang cukup ambisius pada masanya. Secara…

3 hours ago

Dua Kapal Pertamina Berhasil Tinggalkan Hormuz

Konflik di Timur Tengah yang disebabkan oleh serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap…

4 hours ago

Ledakan Hebat di Selat Hormuz, 3 ABK Indonesia Hilang Misterius

Kapal yang dioperasikan perusahaan Safeen Prestige tersebut tiba-tiba mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya tenggelam ke…

5 hours ago

Hal-hal yang Membatalkan Puasa Menurut Hadis Rasulullah

Penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa Ramadan tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan…

6 hours ago