

Djong Makanuai (foto:Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Data keluarga kurang mampu di Kota Jayapura sampai saat ini belum benar-benar akurat. Salah satu contoh yang bisa dilihat misalnya ketika dimulainya pembagian bantuan sosial dan PKH tahap IV di Kota Jayapura yang baru dilakukan Kamis (30/11).
Dari data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura bahwa data orang asli Papua yang menerima bantuan dari pemerintah pusat itu kurang dari satu persen.
Menurutnya Hal ini disebabkan karena adanya kesalahan data yang mana Data ini merupakan data-data yang sudah direkap dari tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, perlu dilakukan update kembali dengan dilakukan pendataan secara menyeluruh sampai di tingkat RT RW di 14 kampung yang ada di Kota Jayapura. Untuk itu, Pemkot Jayapura telah menyiapkan aplikasi mandiri untuk mendata semua orang kurang mampu yang ada di Kota Jayapura yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi hari ini.
“Update data kita ini yang cukup bermasalah. Kita berharap akhir tahun ini di bulan Desember nanti, kami sudah bisa mengembangkan aplikasi mandiri. Mudah-mudahan di awal Desember bisa dilaunching walikota secepatnya,” harapnya.
Menurutnya, data-data penerima bantuan sosial itu memang sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi riil di lapangan terutama bagi para penerima manfaat. Bahkan, ia menyebut ada orang yang sudah meninggal masih berpotensi mendapatkan bantuan itu, begitu juga orang yang sudah memiliki penghasilan tetap atau yang sudah bekerja juga mendapatkan bantuan sosial tersebut.
“Orang mati masih mendapatkan bantuan, begitu juga orang yang sudah bekerja juga mendapatkan bantuan tersebut. Setelah aplikasi launching, maka teman-teman di Dinas Sosial akan bekerja sama dengan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura untuk menempatkan 30 personil dari fakultas teknologi informasi untuk membantu mengupdate data selama 20 hari,” bebernya. (roy/tri)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…