

Sejumlah taxi yang mangkal di Terminal Ekspo Waena beberapa waktu lalu. Pemkot kini tidak lagi memungut retribusi masuk terminal maupun pengurusan izin trayek. (foto:dok/Cepos)
JAYAPURA-Hadirnya moda transportasi modern dengan sistem online dianggap lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanannya, namun bagi para pelaku usaha atau sopir angkot konvensional menganggap kehadiran transportasi online menjadi momok yang menakutkan.
Seperti diungkapkan salah satu sopir angkot Sudirman bahwa kehadiran transportasi online bak neraka bagi mereka.
“Hadirnya maxim (taksi online) ini, neraka bagi kami yang sopir angkot,”kata Sudirman, salah satu sopir angkot kepada Cenderawasih Pos, di Heram Waena, Kamis (2/1).
Menurut Sudirman, kehadiran Maxim telah menjadikan layanan angkot konvensional ditinggalkan. Akibatnya, pendapatan harian mereka juga merosot tajam.Dia mencontohkan, mengenai tarif angkot bahkan turun karena harus disesuaikan dengan tarif Maxim.
“Misalnya ke Bandara, kalau sebelumnya itu Rp 150 ribu, sekarang Rp 100 ribu saja sudah bersyukur. Karena Maxim lebih murah dan orang lebih pilih maxim, sehingga kita harus menyesuaikan,”ujarnya.
Lanjut dia, untuk pendapatan saat ini, sehari hanya bisa mencapai Rp 200 ribu bahkan kurang dari jumlah tersebut. Mereka bukanya tidak menyoalkan kondisi ini. Beberapa kali demo yang sudah lakukan sejauh ini kepada pemerintah, ternyata belum memberikan pengaruh apa-apa.
Mereka hanya berharap, pemerintah berlaku adil, menentukan batas atas dan ambang bawa besaran tarif angkutan online ini. Sehingga tidak mengorbankan mereka. “Kami hanya minta pemerintah mengatur ulang besaran tarif online ini,”harapnya.(roy/wen)
Angkutan kota tampak mengantri untuk mengambil penumpang di terminal Expo Waena, Kamis (2/1) kemarin. (foto:Mboik Cepos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…