“Ternyata memang banyak, misalnya ketika festival itu dilakukan ada keterlibatan mama-mama Papua untuk berjualan pernak-pernik khas Papua noken dan lain sebagainya,” bebernya.
Karena itu potensi-potensi lain ini yang harus dilihat dan dikembangkan, meskipun di suatu wilayah itu sebagian besar orang bergerak di bidang jasa. Untuk itu, dia berharap kelurahan dan kampung lainnya yang ada di Kota Jayapura supaya berlomba-lomba untuk menciptakan ide gagasan dan inovasi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang di wilayah kerjanya masing-masing.
“Misalnya ada juga anak-anak menari yang tampil pada saat kegiatan itu. Ini kan sesuatu yang luar biasa daripada mereka tampil dengan cara lain, tetapi mereka pun diberikan ruang untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif,” imbuhnya. (roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dalam putusannya, Komite Banding PSSI menguatkan keputusan Komite Disiplin PSSI sebelumnya, namun dengan perubahan bentuk…
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…