Pastor mengajak umat di tahun yang baru untuk melihat kembali ke belakang atas tindakan dan pengalaman yang telah dibuat dalam tahun 2025. Umat diajak untuk merenungkan masing-masing atas pengalaman tersebut baik sebagai pribadi, keluarga, di tempat kerja, maupun di komunitas lainnya.
Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan dasar pijakan setiap umat dalam mengarungi tahun yang baru kedepannya. Menurutnya, meskipun kita masih kesulitan dalam segi ekonomi dan pekerjaan merupakan sebagai titik tolak untuk melangkah maju.
“Terkadang kita menyambut tahun baru dengan mabuk-mabukan, pesta pora, bakar pentasan dan ini memang kelihatan sudah menjadi tradisi. Kita seharusnya membakar kemalasan kita bukan dengan bakar kembang api,” terangnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…