Pastor mengajak umat di tahun yang baru untuk melihat kembali ke belakang atas tindakan dan pengalaman yang telah dibuat dalam tahun 2025. Umat diajak untuk merenungkan masing-masing atas pengalaman tersebut baik sebagai pribadi, keluarga, di tempat kerja, maupun di komunitas lainnya.
Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan dasar pijakan setiap umat dalam mengarungi tahun yang baru kedepannya. Menurutnya, meskipun kita masih kesulitan dalam segi ekonomi dan pekerjaan merupakan sebagai titik tolak untuk melangkah maju.
“Terkadang kita menyambut tahun baru dengan mabuk-mabukan, pesta pora, bakar pentasan dan ini memang kelihatan sudah menjadi tradisi. Kita seharusnya membakar kemalasan kita bukan dengan bakar kembang api,” terangnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…