Categories: METROPOLIS

Biaya Kuburan Islam Buper Waena Mahal

Suasana Kuburan Buper Waena Buper Waena. (Foto: Dokumen for Cepos)

Perlu Tanggapan Serius dari Pemerintah Kota Jayapura

JAYAPURA- Biaya kuburan di Buper Waena dinilai semakin mahal. Awalnya, ditetapkan Rp 2 juta untuk satu liang lahat, kini meningkat dua kalilipat menjadi Rp 4 juta per liang.

Kumar yang merupakan warga kota Jayapura menyampaikan keluahannya terkait mahalnya biaya kuburan islam yang terletak di Buper Waena, Senin (1/8).

Dikatakannya bahwa sejak awal dibukanya lahan kuburan tersebut oleh pemerintah kota misinya itu adalah meringankan beban masyarakat dan itu sesuai karena biaya untuk hanya Rp 2 juta.

Namun akhir akhir ini harga tersebut tidak lagi berlaku tapi justru adanya kenaikan  hingga Rp 4 juta/ liang lahat.  Kumar pun mempertanyakan siapa pengelolaan resmi dari pada lokasi kuruban islam di Buper. Dirinya  meminta kepada pemerintah kota harus segera melakukan tindakan yang serius terkait persoalan ini. “Sebenarnya ini kebijakan dari pemerintah kota atau oknum yang melakukan pungutan liar,” ujar Kumar Kepada wartawan, di Jayapura, senin, (1/8).

  Kumar pun mengungkapkan biaya pekuburan Islam buper ini tidak sesuai dengan misi awal dari dari Wali Kota Jayapura yang ingin meringkankan masyarakat di Kota Jayapura, namun yang terjadi akhir akhir ini justru pungutan liar dari oknum yang tidak bertanggung jawab semakin marak.

Dikatakan, dengan kondisi keuangan seperti sekarang ini biaya sebesar Rp 4 juta seperti itu sangat berat bagi masyarakat berekonomi lemah.”Kami rasa ada yang memanfaatkan keadaan dengan melakukan pungutan liar di tempat itu, sangat tidak elok rasanya,” ujarnya.

Diapun mempertanyakan apakah ada biaya operasional pengelolaan pekuburan seperti honor tenaga gali, honor penjaga, honor pembersihan lahan, di ambil dari biaya yang dibayarkan oleh masyarakat yang menggunakan kuburan tersebut, sebab biaya dikuburan umum Islam di Buper Waena saat ini sangat tidak sesuai dengan misi awal.

“Jika semua biaya diatas tercover dalam APBD Kota Jayapura harusnya tidak mahal seperti sekarang ini,” ujarnya.

Kumar juga minta perlu adanya tanggapan serius dari pihak legislatif atas persoalan ini, karena menurut dia hal ini perlu dibuatkan Perda agar sistem adimintrasinya itu jelas.
“Kami minta juga kepada DPRD untuk melihat perosalan ini, karena tanpa mereka suara kami tidak akan didengar,” ujar Kumar. (rel)

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

15 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

17 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

18 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

19 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

20 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

21 hours ago