Apabila aksi-aksi perambahan liar yang dilakukan saat ini, tidak dihentikan maka sudah pasti untuk jangka panjangnya akan berdampak pada ketersediaan air bersih pagi masyarakat di kabupaten dan Kota Jayapura.
“Kalau di atasnya itu ada orang melakukan penebangan, untuk kepentingan-kepentingan ekonomi maupun untuk perumahan,” bebernya.
Namun demikian, saat ini pihaknya sudah melakukan pembersihan di area intake pengambilan air bersihnya. Mulai dari Kojabu, Kampwolker, dan Polimak. Upaya-upaya tersebut salah satunya untuk mencegah kebocoran air bersih di daerah intake. Sampai saat ini, volume air bersih yang dialirkan juga masih cukup stabil. Kemudian kebocoran-kebocoran yang sering terjadi di daerah jalan alternatif juga sudah mulai diperbaiki.
“Ketersediaan air yang kami gunakan ini sangat tergantung dengan daya dukung lingkungan juga mendukung. Kalau terjadi kerusakan yang jelas juga akan menimbulkan kekurangan debit,” tambahnya. (roy/tri).
Page: 1 2
Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…
Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…