Pemantauan radar dan analisis arah angin menunjukkan fenomena asap pekat tersebut merupakan paparan kiriman dari wilayah tetangga, bukan dampak pembakaran lahan di Nabire.
“Angin bergerak dari arah selatan dan tenggara—membawa asap dari Papua Selatan yang mencatatkan hingga 311 titik panas (hotspot),” ujar Nafi’.
Sementara itu, titik panas di Mimika sendiri terdeteksi minim dan terbatas di kawasan pinggiran seperti Iwaka dan Hoya.
Penumpukan asap kiriman yang bercampur kabut air pada dini hari hingga pagi hari menurunkan visibilitas atau jarak pandang secara drastis di area bandara, bahkan sempat menyentuh angka 1.500 meter.
Kondisi ekstrem ini mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin. Beberapa maskapai nasional, seperti Sriwijaya Air, Lion Air, dan Garuda Indonesia, sempat membatalkan pendaratan dan mengalihkan penerbangan (divert) ke Jayapura atau Merauke. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…
Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Selatan…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…
Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…
Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…