

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra (FOTO: Selvi)
TIMIKA – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mewabah di Timika. Apalagi akhir-akhir ini curah hujan di Timika cukup tinggi dan menyebabkan genangan air dimana-mana yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang ditemui Senin (24/7/2023) mengatakan, pada dua pekan lalu temuan DBD setiap harinya rata-rata 3 kasus. Temuan kasus DBD di Timika yang mencapai 70 per 1000 penduduk hampir dua kali lebih tinggi dari nasional yang hanya 49 per 1000 penduduk.
Sehingga ia berharap anak-anak yang panas tinggi dan demam harus dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan. Sebab dikhawatirkan anak-anak bisa tidak sadarkan diri yang akhirnya bisa berakibat fatal.
Bukan hanya DBD, Mimika yang masuk dalam daerah endemis malaria juga ditegaskan Reynold sangat mudah menyerang anak. Apalagi cuaca seperti sekarang ini yang banyak menyebabkan batuk pilek. Kondisi ini diprediksi akan terjadi hingga Agustus dan akan kembali terjadi pada Desember mengikuti perubahan cuaca dengan curah hujan tinggi.
Keluhan demam yang tak kunjung sembuh banyak dikeluhkan warga. Meski sudah melakukan pemeriksaan namun tidak ditemukan adanya malaria maupun DBD. Menurut Reynold, ini juga bisa disebabkan sub varian Covid-19 Omicron yang ada di Timika. Sehingga harus tetap diperiksa dan mendapat pengobatan.
Menyikapi wabah DBD dan penyakit menular lainnya, Dinkes Mimika meminta sekolah tetap memberlakukan protocol kesehatan dengan mewajibkan siswa menggunakan masker dan menyiapkan fasilitas cuci tangan.
Fogging atau pengasapan sebenarnya, bisa menjadi solusi. Tapi menurut Reynold, dengan curah hujan tinggi fogging tidak efektif karena kandungan obatnya bisa terurai. Sehingga cara paling efektif untuk mencegah adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih. Menimbun kaleng atau botol plastic bekas, menguras tempat penampungan air yang menjadi perkembangbiakan jentik nyamuk.
“Yang terpenting di Timika, pot bunga itu tempat perindukan nyamuk malaria. Tapi juga profil tank, itu sebaiknya, karena kita gunakan air sumur bor, jadi pasti ada penampungan. Itu diperhatikan secara rutin, kami melakukan investigasi di tempat-tempat penampungan air itu terlihat cukup dan sangat banyak jentik nyamuk yang ada dalam tempat penampungan air seperti profil tank, ember, jerigen, kaleng bekas sebaiknya dikubur,” kata Reynold.(ryu)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…