

Linus Dumatubun. (Foto: CENDERAWASIH POS/ISTIMEWA).
MIMIKA — Kabupaten Mimika masih dibayang-bayangi status endemis tinggi III malaria. Hingga pertengahan 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat 117.910 kasus positif dari total 1.085.347 pemeriksaan darah yang dilakukan kepada warga.
Menanggapi lonjakan angka kasus tersebut, Dinas Kesehatan meluncurkan serangkaian inovasi programatik untuk memutus rantai penularan. Langkah strategis yang dipacu mencakup program TOKEN EDAT (Temukan, Obati, dan Kendalikan) serta Larva Source Management (LSM) untuk membasmi tempat perkembangbiakan nyamuk Anopheles.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Linus Dumatubun, menjelaskan pemeriksaan massal digencarkan menggunakan dua metode utama, yakni uji mikroskopis dan Rapid Diagnostic Test (RDT).
Data Dinkes menunjukkan sebanyak 855.144 pemeriksaan dilakukan lewat RDT, sedangkan 230.203 pemeriksaan lainnya menggunakan mikroskop.
“Upaya pengendalian malaria harus dilakukan secara bersama-sama. Penemuan kasus secara cepat, pengobatan sampai tuntas, serta pengendalian lingkungan menjadi kunci agar rantai penularan malaria dapat dikendalikan,” kata Linus melalui sambungan telepon, Selasa (22/9).
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…