

MIMIKA – Seorang perempuan berinisial A menjadi korban jambret di Jalan Bhayangkara, Pin Seluler, Mimika, Papua Tengah pada Kamis 18 Juli 2024. Kapolsek Mimika Baru AKP Jaihot Limbong menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIT.
Ia menjelaskan, korban yang saat itu berboncengan lebih dari dua orang menggunakan sepeda motor, dari arah Jalan Bougenville menuju ke arah Pin Seluler, saat tiba di pertigaan, tas selempang yang dikenakan korban langsung ditarik oleh dua orang yang juga mengendarai sepeda motor.
“Tas korban yang berisi HP merek IPhone serta dompet raib dijambret dua orang,” ujar Kapolsek, Jumat (19/7/2024).
Kapolsek mengatakan, korban saat itu memang telah diikuti dari belakang oleh pelaku dan saat tiba di pertigaan Pin Seluler itu pelaku melakukan aksinya dengan menarik tas milik korban.
“Korban berteriak saat dijambret, warga sekitar mencoba mengejar pelaku yang diduga lari masuk di Jalan Elang. Saat itu korban dibonceng oleh rekannya,” kata Kapolsek.
Kapolsek menegaskan, identitas serta ciri-ciri pelaku serta sepeda motor yang digunakan telah dikantongi. Kini pihaknya akan terus melakukan penyelidikan.
Atas insiden tersebut, masyarakat diimbau agar tetap waspada ketika berpergian terutama di malam hari. (mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…
Dalam seruan tersebut, KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin…
Setelah dipalang aktivitas pelayanan Kantor Distrik Sentani untuk sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Hinekombhe. Hal…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…