

JAYAPURA-Sekretaris II Dewan Adat Papua John Gobay mengungkapkan bahwa ada Warga Negara Asing (WNA) asal Cina diduga melakukan aktifitas tambang illegal pasir besi di Kampung Pronggo di Mimika Barat Kabupaten Mimika. Karena itu, pihaknya minta Pemprov Papua maupun Pemkab Mimika untuk mengambil langkah tegas terhadap aktifitas tambang ini.
“Kampung Pronggo ada di Mimika Barat Tengah, satu daerah di pesisir mimika bumi Komoro. Di sana terdapat penambangan pasir besi, penambangan dilakukan oleh PT Megantara, yang kemudian meninggalkan kerusakan lingkungan,” ungkap John Gobai melalui sambungan telepon selulernya, Senin, (20/7).
Menurutnya, akfititas tambang pasir besi ini diduga melibatkan WNA asal Cina dan bukan orang asli Papua. “Ada kapal karam dan alat berat perusahaan ini bekerja di bawah Koperasi Wawiya, Pimpinan koperasi adalah anak Komoro namun diduga dikerjakan oleh orang China,” kata Gobai.
Gobai mengatakan hingga kini kehadiran perusahaan ini tidak memberikan manfaat bagi masyarakat asli setempat. “Pertanyaannya apakah bentuk kerja sama antara koperasi ini dengan perusahaan PT. Megantara Universal, apakah Masyarakat Pronggo sejahtera dengan adanya tambang ini?” ujarnya prihatin.
Lanjud Gobai, persoalan ini harus segera disikapi karena ia menduga masyarakat hanya akan diperdaya dan ketika kena masalah pimpinan yang akan kena. “Orang asing hanya bersembunyi di balik “baju” masyarakat. Apakah dalam penambangan ini hasilnya memberi dampak dan apakah ada kesepakatan tertulis dengan masyarakat yang dapat dijadikan rujukan, belum jelas” katanya.
Untuk itu, ia berharap agar pemerintah Provinsi dan Kabupaten dapat lebih peka dan bertindak cepat melindungi masyarakat asli di wilayah itu. “Mohon kepada Pemerintah agar segera mengambil langkah untuk melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah langkah perlindungan hak masyarakat adat,” kata John Gobai. (oel/tri)
Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…
Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…
Konvoi yang menjadi salah satu agenda resmi HUT RI tingkat Kota Jayapura ini akan…
Rapat kerja Komisi IV DPR Papua bersama Dinas ESDM Provinsi Papua di ruang rapat Komisi…