

Filariasis atau lebih dikenal Kaki Gajah
MIMIKA – Sepanjang tahun 2025 terdapat enam kasus positif Filariasis atau lebih dikenal Kaki Gajah ditemukan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra melalui Kepala Bidang Pelayanan Penyakit Menular, Ahmad Kamal saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).
Dikatakan Kamal bahwa pihanya terus melakukan pengawasan terkait dengan penyakit Filariasis tersebut.
Saat menemukan adanya orang dengan gejala-gejala Kaki Gajah maka akan langsung dilakukan oleh pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan. “Kemarin teman-teman di (Puskesmas) Limau Asri menemukan kasus baru yang kakinya sudah besar. Kalau kita temukan gejala begitu ya kita periksa dan kalau positif ya harus diobati,” jelas Kamal.
Kamal menjelaskan, jika kasus ditemukan, kaki penderita biasanya sudah besar, artinya cacingnya sudah mati, begitupun sebaliknya. “Yang bahaya itu sebetulnya di dalam tubuhnya ada cacing filaria-nya, tapi dia sehat-sehat, tidak terdeteksi,” ucapnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…