Categories: MIMIKA

Belanja Pegawai Pemkab Mimika Nyaris Rp 3 Triliun

MIMIKA – Setelah sebelumnya mantan Penjabat (Pj) Bupati Mimika Valentinus Sudarjanto Sumito menyoroti kondisi kepegawaian di Pemkab Mimika sebagai yang paling tidak sehat di Indonesia, kini Bupati Mimika yang baru, Johannes Rettob pun ikut menyoroti hal yang sama.

Sorotan ini tidak terlepas dari pembengkakan belanja pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika yang sangat membebani keuangan daerah.

Johannes pun menegaskan akan segera melakukan evaluasi terhadap anggaran belanja pegawai yang membebani keuangan daerah.

Bupati mengatakan, dirinya bersama Wakil Bupati berkomitmen memperbaiki struktur anggaran agar tidak habis hanya untuk membayar pegawai.

“Ini yang kami mau perbaiki, restrukturisasi anggaran. Seperti yang tadi disampaikan Pak Sekda, jangan sampai uang hanya habis untuk bayar pegawai negeri, belanja pegawai. Masyarakat ada banyak, jadi nanti kita akan periksa,” kata Johannes, Selasa (15/4) kemarin.

Johannes mengungkapkan, meski Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sudah lebih dulu tersedia saat dirinya dan wakil bupati mulai menjabat, mereka akan tetap melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah seluruh rencana anggaran tersebut tetap dilanjutkan atau perlu diperbaiki.

“DPA ini kita akan evaluasi sama-sama. Apakah kita lanjut terus atau ada beberapa hal yang harus diperbaiki di (anggaran) perubahan nanti,” ungkapnya.

Bupati menekankan bahwa perubahan anggaran mendatang akan difokuskan pada rasionalisasi kegiatan, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Lanjutnya, banyak proyek pembangunan yang menghabiskan dana besar namun belum masuk kategori prioritas.

Ia juga menegaskan pendekatan pembangunan yang akan dilakukan selama masa kepemimpinannya, yaitu membangun dari kampung ke kota.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Mimika, Petrus Yumte, mengamini bahwa beban belanja pegawai di Mimika menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

“Kita punya beban belanja kepegawaian ini cukup besar, Rp 2 triliun lebih hampir Rp 3 triliun, sehingga itu menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah,” pungkas Petrus. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

17 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

24 hours ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago