

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Kamaludin. (FOTO:Moh. Wahyu Welerubun)/Cenderawasih Pos)
MIMIKA – Tren kasus malaria di Kabupaten Mimika hingga September 2024 mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya dimana tahun ini jumlah kasus malaria berada pada angka 108.436 kasus atau berada di angka 28 persen.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Kamaludin menjelaskan, pada tahun 2022 kasus malaria di Kabupaten Mimika mencapai 34,6 persen, tahun 2023 berada di angka 30,6 persen.
Kamaludin menyebut, di tahun 2024 jumlah orang yang melakukan pemeriksaan malaria sebanyak 385.818 orang, namun angka positivity red mengalami penurunan dibanding dua tahun sebelumnya. “Itu kalau dari sisi pemeriksaan dan jumlah, kalau dari angka positivity red kita turun. Angka insiden juga turun,” kata Kamaludin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (13/11/2024).
Sementara itu, Kepala Bidang Pencehahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Obet Tekege mengatakan, Dinas Kesehatan sendiri sejauh ini telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah serta memberantas malaria dengan berbagai program.
Obet mengakui, tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit malaria sangat kurang sehingga dibutuhkan peran dari tenaga kesehatan di tingkat kelurahan dan kampung untuk melakukan penanganan. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…