Sementara itu, Ketua PFI Timika, Sevianto Pakiding, menjelaskan bahwa pameran ini lebih dari sekadar ajang memamerkan karya visual. Menurutnya, pameran ini merupakan bentuk penghargaan terhadap waktu dan kenangan yang tersirat.
“Biasanya sejarah ditulis dalam bentuk surat atau diabadikan lewat monumen. Namun, yang kami tampilkan ini adalah sejarah visual fotografi. Nilainya sangat besar karena gambar mampu menceritakan segala hal, bahkan lebih dalam dari kata-kata,” kata Sevianto. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Terkait ini Polres Mappi langsung bergerak menelusuri apa yang sebenarnya terjadi, mengapa patung tersebut bisa…
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal…
Plt Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengungkapkan bahwa RPJMD nantinya akan menjadi acuan utama bagi…
Sejumlah kawasan di Jayapura memiliki banyak cerita yang dikait-kaitkan dengan hal mistik. Di tahun 90…
Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan 8 Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) yang merupakan usulan pemerintah…
Berbagai lembaga mencatat tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis…