

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memberikan penghormatan terakhir kepada korban insiden tambang bawah tanah melalui peletakan karangan bunga di site DMLZ, Mimika, Selasa (7/4/2026). Tragedi September 2025 menjadi titik balik perusahaan dalam memperketat protokol keselamatan kerja. (Foto: Dokumen PTFI).
MIMIKA – Di kegelapan tambang bawah tanah *Deep Mill Level Zone* (DMLZ), sebuah karangan bunga diletakkan dengan penuh khidmat. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, berdiri menunduk, menandai 59 tahun perjalanan raksasa tambang ini dengan sebuah refleksi yang menyentuh: penghormatan bagi mereka yang gugur di garis depan operasional.
Momentum ulang tahun ke-59 ini dilewati tanpa pesta pora. Alih-alih perayaan, perusahaan memilih bersuara tentang luka.
Dalam satu tahun terakhir, sembilan nyawa karyawan melayang akibat rentetan insiden teknis dan gangguan keamanan yang mengguncang stabilitas salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia ini.
“Kami mengenang mereka dengan rasa duka mendalam; kehilangan anggota keluarga adalah luka bagi seluruh organisasi, dan prioritas utama kami saat ini adalah memastikan tragedi serupa tidak terulang melalui pengetatan standar keselamatan dan pengamanan ekstra,” ujar Tony Wenas dalam pernyataan resminya, Rabu 8 April 2026
Jalan menuju pemulihan kini menjadi misi tunggal PTFI. Perusahaan tengah berjuang bangkit pasca-insiden luncuran material basah di Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025, serta gejolak keamanan di awal tahun 2026.
Dampaknya terasa nyata; saat ini, mesin produksi raksasa di Mimika ini baru berdenyut di angka 40% hingga 50% dari kapasitas normalnya. Kendati demikian, nada optimisme tetap menggema.
Di tengah fluktuasi harga mineral global yang masih menjanjikan, PTFI menargetkan akselerasi produksi hingga mencapai level 100% pada akhir tahun ini.
Target ambisius tersebut dipasang demi mengembalikan kapasitas penuh operasional pada kuartal pertama tahun depan. Di balik tantangan operasional yang berat, kontribusi PTFI terhadap ekonomi nasional tetap tidak tergoyahkan.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah menyuntikkan dana sebesar Rp70 triliun ke kas negara melalui skema pajak, royalti, dan dividen.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…