

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Setelah Berbulan-bulan Jenazah yang Ditemukan Hangus Terbakar Akhirnya Terungkap
MIMIKA – Tiga kasus pembunuhan secara sadis di Kabupaten Mimika, Papua Tengah telah menyita perhatian publik. Buntut tiga kasus itu Polres Mimika membentuk dua tim khusus (Timsus) untuk menanganinya.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui wartawan di Mimika, Senin (8/12) mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, dan beberapa bukti petunjuk untuk dikumpulkan.
Kapolres mengatakan, bukti petunjuk yang dikumpulkan terdiri dari rekaman CCTV dan sejumlah bukti lain. “Doakan dalam waktu dekat kita dapat mengungkap kasus tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu kasus penemuan jenazah berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi hangus terbakar di Jalan WR Soepratman pada 1 Mei 2025 lalu kini telah terungkap.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan pelaku sudah diamankan, yang di Jalan Petrosea (WR Supratman), dalam waktu dekat kita akan rilis. (Motif) kita akan jelaskan saat rilis,” kata Kapolres.
Kapolres Mimika menegaskan, kasus terungkap usai pelaku menyerahkan diri ke kepolisian pada pekan lalu. “(Pelaku) menyerahkan diri sekitar minggu lalu, status (pelaku) itu teman korban. Pelaku seorang laki-laki,” ungkap Kapolres.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…