

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq tengah diwawancarai awak media. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika yang diberangkatkan beberapa waktu lalu ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Bali telah memeriksa sebanyak 7 orang saksi terkait kasus penipuan berkedok dentcollector.
Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq bilang, di Bali pihaknya memeriksa sebanyak 4 orang saksi yang masing-masing berinisial R, I, D dan A. Sedangkan di Makassar ada 3 orang saksi yang diperiksa dimana masing-masing berinisial A, R dan M.
Dari hasil pemeriksaan kata Iptu Fajar, pelaku yang saat ini berhasil diamankan bermain sendiri dimana dari pihak perusahaan sendiri tidak mengetahui dan telah menyerahkan uang kepada pelaku yang diketahui bernama Marlin.
“Bu Marlin secara keinginan pribadi dan inisiatif sendiri selanjutnya menjual mobil tersebut di Timika,” ungkap Iptu Fajar melalui pesan suaranya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (30/4/2024).
Lanjutnya, dalam perkembangan kasus ini tidak ada yang diamankan selain Marlin.
Fajar membenarkan, sebelumnya ada beberapa nama yang disebutkan oleh Marlin saat diperiksa. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan sama sekali tidak mengetahui, bahkan Marlin cenderung melakukan kegiatannya tanpa sepengetahuan orang-orang yang disebutkannya.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Keiminal (SatReskrim) Polres Mimika telah mengirim sejumlah anggota ke Makassar Sulawesi Selatan untuk melakukan pendalaman terhadap kasus penipuan berkedok debtcollector di Mimika.
MJF alias Marlin sebelumnya berhasil ditangkap polisi di rumahnya pada Kamis, 28 Maret 2024 lalu.
Pengungkapan kasus penipuan ini berawal dari laporan pemilik diler mobil di Jalan Yos Soedarso Mimika, Papua Tengah.
Setelah dilakukan pengembangan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim), terungkap total ada 19 mobil tanpa surat-surat lengkap ditarik oleh Marlin.
Atas perbuatan itu, pasal yang dikenakan kepada Marlin adalah Pasal 378 dengan ancaman kurungan sekitar kurang lebih 7 tahun.(mww)
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…