Categories: SENTANI

Kondisi SMAN Demta Memprihatinkan

DPRD Kabupaten  Minta Pemprov Bertanggungjawab

SENTANI-Kondisi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Demta dikabarkan sangat memperihatinkan. Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Piet Haryanto Soyan, Rabu (28/9).

Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut sangat memprihatinkan karena selain lokasi keberadaan sekolah itu yang berada di tengah hutan,  sejumlah fasilitas dasar yang dibutuhkan di sekolah itu juga rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Termasuk kendaraan yang berfungsi untuk mengantar pemput siswa-siswi dan guru dari Demta menuju sekolah tersebut.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pemerintah,  baik provinsi maupun kabupaten melalui Dinas Pendidikan supaya bertanggung jawab atas kondisi sekolah itu.

“Kami minta pemerintah Provinsi Papua harus bertanggungawab karena sampai hari ini kewenangan terkait SMA masih ada di provinsi, karena belum ada pelimpahan kewenangan secara resmi ke kabupaten, “kata Piet Soyan di Sentani, Rabu (28/9).

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan supaya berupaya menyediakan sarana atau fasilitas transportasi.  Karena itu menjadi salah satu hal yang menjadi kendala mengenai kelancaran akses siswa-siswi ke sekolah yang jaraknya sekitar kurang lebih 7 sampai 8 km berada di tengah hutan dan sangat jauh dari kawasan pemukiman penduduk.

“Dalam waktu dekat ini mereka akan mengadakan ujian tetapi karena sarana transportasinya rusak,  sehingga mereka terpaksa melaksanakan ujiannya di salah satu sekolah dasar di Demta,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting juga terkait dengan keberadaan atau kondisi fasilitas asrama yang sudah mengalami rusak berat.  Lagi-lagi dia meminta supaya dinas terkait atau pemerintah daerah  memperhatikan kebutuhan dasar dari lembaga pendidikan itu.  Sehingga ketika sekolah mengadakan kegiatan  ujian, fasilitas tersebut bisa digunakan.

“Kami juga selaku wakil rakyat sudah menyampaikan ke Dinas PU dan Dinas Perumahan Pertanahan dan Kawasan Pemukiman (DP2KP), supaya mengadakan fasilitas penerangan di sekitar kawasan sekolah,  supaya kawasan itu tidak terlihat gelap dan seperti hutan,” harapnya.

Apalagi saat ini ada beberapa guru yang memilih tinggal dan menetap di komplek sekolah itu.  Dia mengaku usulan mengenai permintaan lampu jalan dan penerangan untuk kawasan sekolah itu sudah dilakukan berulang kali, bahkan dari pemerintah distrik juga sudah mengajukan ke  DP2KP Kabupaten, kami minta supaya segera dijawab sebelum akhir tahun,” ujarnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

H-2 FBLB ke 34, Wisatawan Mancanegara Mulai Berdatangan ke Wamena

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…

15 minutes ago

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

4 hours ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

6 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

7 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

12 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

13 hours ago