

Antrian pasien di Puskesmas Sentani,saat menunggu pengambilan obat di loket, Senin(12/1) (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Terkait dengan isu adanya kasus Flu Super yang masuk di Indonesia, nampak belum berdampak di Papua. Bahkan di Puskesmas Sentani membantah adanya virus tersebut namun antisipasi tetap akan dilakukan.
Kepala Puskesmas Sentani, dr. H. Farid Yusuf, menegaskan untuk flu super tidak ada, namun untuk ISPA sudah ada bahkan menduduki peringkat lima besar.
Diakuinya,bahwa laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), baik pada layanan rawat jalan maupun Unit Gawat Darurat (UGD), hingga saat ini tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Menurutnya, ISPA memang masuk dalam lima besar penyakit yang ditangani Puskesmas Sentani, namun kondisi tersebut bukan hal baru dan telah terjadi sejak beberapa bulan sebelumnya.
“ISPA memang masuk lima besar, tetapi bukan baru sekarang. Bulan-bulan sebelumnya juga sudah ada, sehingga belum ada perlakuan khusus yang diterapkan. Saat ini yang kami lakukan adalah meningkatkan kewaspadaan,” ujar dr. Farid, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan bahwa pihak Puskesmas terus memantau jumlah kasus serta mengikuti perkembangan informasi dan edaran dari pimpinan, baik dari Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Daerah, terkait potensi penularan.
dr. Farid memaparkan bahwa penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut memiliki masa inkubasi sekitar satu hingga dua minggu. Gejala awal yang paling menonjol biasanya muncul pada tiga hari pertama berupa demam, kemudian diikuti batuk yang lebih dominan pada hari keempat hingga ketujuh.
“Teman-teman di pelayanan sudah kami sosialisasikan, baik melalui grup di dinas maupun penyampaian langsung, agar lebih waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus-kasus baru,” jelasnya.
Page: 1 2
Hanya saja dari banyaknya "pembantu" ini pemerintah diharapkan tak lupa bahwa ada hak dari ribuan…
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten…
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura melalui layanan P2TP2A…
Program ini menyasar warga lanjut usia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta…
Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…
Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…