Categories: SENTANI

Aktivitas KBM di Aurina Lumpuh,  Layanan Kesehatan  Juga Memprihatinkan

SENTANI– Pelayanan pendidikan di Aurina Airu lumpuh total dan layanan kesehatan juga  sangat memprihatinkan.  Di kampung itu belum memiliki fasilitas maupun tenaga kesehatan.  Sementara pelayanan pendidikan sejak Januari sampai saat ini tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) karena tidak ada satupun guru yang berada di tempat tugas.

“Dalam kunjungan kerja saya  ke Kampung Aurina Distrik Airu,  sangat disayangkan kehidupan masyarakat di Kampung Aurina. Minimnya pelayanan kesehatan di Kampung Aurina diKarenakan tidak ada fasilitas kesehatan,  seperti belum  terbangunnya Pustu di Kampung Aurina dan petugas kesehatan  belum ada,” kata Apolos Lay, salah satu anggota DPRD kabupaten Jayapura,  Sabtu (25/2).

Dia menjelaskan, secara topografi Kampung tersebut berada sangat jauh dari Ibu Kota Distrik Airu,  terutama fasilitas kesehatan Puskesmas. Jika masyarakat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan,  mereka harus mengeluarkan biaya yang sangat besar,  terutama biaya transportasi karena harus menggunakan speed boat.

“Kalau mau berobat ke Puskesmas tidak mungkin,  karena harus mengunakan Perahu Motor Jhonson  yang sangat terbatas di Kampung Aurina dan  juga membutuhkan  BBM yang sangat banyak,”ujarnya.

Oleh karena itu dia meminta supaya Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Dinas Kesehatan membangun fasilitas kesehatan terutama Pustu di kampung tersebut.

Sementara itu untuk layanan pendidikan juga sangat memprihatinkan. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat,  sudah sejak Januari sampai dengan saat ini layanan pendidikan di kampung tersebut lumpuh total.

“Guru jarang naik untuk mengajar  SD Kampung Aurina. Menurut laporan dari masyarakat dalam tahun ini dari Januari sampai bulan Maret belum ada guru yang naik mengajar,”ujarnya.

Mirisnya lagi dalam satu tahun aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah yang ada di kampung itu hanya dilaksanakan sebanyak 2-3 kali.  Aktivitas belajar mengajar itupun hanya dilakukan dalam satu minggu selebihnya para guru yang datang kemudian kembali ke kota dalam kurun waktu yang sangat lama.

“Untuk mengajar hanya sekitar dua minggu,  sesudah itu pulang ke kota sampai berbulan-bulan. Sangat disayangkan kalau kondisi ini terus terjadi, bagaimana dengan nasib anak-anak kami yang masih  sekolah,”ujarnya.

Ditambahkan, kecenderungan guru-guru hanya asal menamatkan siswa-siswi yang ada di lembaga sekolah dasar yang ada di SD tersebut.  Sudah dipastikan anak-anak ini tamat sekolah dalam kondisi yang tidak tahu baca tulis dan berhitung.  (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Pura-pura Beli Susu, Hajar Pemilik Kios Hingga Tangan Patah

   Guntur menjelaskan, kejadian bermula ketika korban didatangi seorang pria yang tidak dikenal dengan alasan…

2 hours ago

Pedagang Angkat Isu Pasar Dalam Torang Tanya Wali Kota Jawab

Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil langkah untuk membenahi kondisi Pasar Mama Papua yang saat ini…

3 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Sekolah Khusus di Empat Kabupaten

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan berkomitmen memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Salah…

4 hours ago

Soal Kasus di SMAN 4,  Sekolah Diminta Ambil Keputusan Tegas

  Rustan mengatakan, persoalan tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat dan pemberitaan di media…

5 hours ago

Dinsos Pastikan Rumah Singgah Segera Beroperasi

Pemerintah Kota Jayapura memastikan pembangunan dan penyiapan rumah singgah bagi masyarakat penyandang masalah sosial terus…

6 hours ago

Tidak Pernah Direalisasikan, Warga Abe Pantai Malas Sampaikan Aspirasi

Warga Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, mengaku jenuh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi…

7 hours ago