Oleh karena itu, dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, para guru sebagai pengajar bahasa ibu sebelum mengajar ilmunya kepada peserta didik, harus dibekali kegiatan Bimtek, supaya hal-hal teknis apa yang dibutuhkan untuk dipelajari nanti, sudah dikuasai para guru.
“Kami sengaja kerjasama dengan Samdhana Institute Indonesia karena mereka memiliki kepedulian dan ada rasa perhatian dengan kelestarian bahasa ibu Sentani dan ini juga merupakan visi misi kami untuk pengembangan bahasa ibu,”jelasnya
Di tempat yang sama, projek Manager PERMATA Samdhana Institute Tony Hutabarat mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dalam melestarikan dan menjaga Bahasa ibu di wilayah adat Sentani, karena ini salah satu bentuk perhatian dan kepeduliannya di bidang pendidikan.
Samdhana Institute tidak hanya memberikan perhatian dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu, namun juga di bidang lainnya. Kali ini di Kabupaten Jayapura pihaknya juga memberikan perhatian dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu.(dil/ary)
Page: 1 2
Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…
Persipura bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mutiara Hitam sebelumnya menjadi salah satu kandidat…
Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo Provinsi Papua, Thomas Sibi, menjelaskan bahwa…
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, yang membuka kegiatan menegaskan pentingnya penguatan…