Oleh karena itu, dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, para guru sebagai pengajar bahasa ibu sebelum mengajar ilmunya kepada peserta didik, harus dibekali kegiatan Bimtek, supaya hal-hal teknis apa yang dibutuhkan untuk dipelajari nanti, sudah dikuasai para guru.
“Kami sengaja kerjasama dengan Samdhana Institute Indonesia karena mereka memiliki kepedulian dan ada rasa perhatian dengan kelestarian bahasa ibu Sentani dan ini juga merupakan visi misi kami untuk pengembangan bahasa ibu,”jelasnya
Di tempat yang sama, projek Manager PERMATA Samdhana Institute Tony Hutabarat mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dalam melestarikan dan menjaga Bahasa ibu di wilayah adat Sentani, karena ini salah satu bentuk perhatian dan kepeduliannya di bidang pendidikan.
Samdhana Institute tidak hanya memberikan perhatian dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu, namun juga di bidang lainnya. Kali ini di Kabupaten Jayapura pihaknya juga memberikan perhatian dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu.(dil/ary)
Page: 1 2
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dan…
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…