Categories: SENTANI

Kab.Jayapura jadi Pilot Project Pengembangan Pangan Bersama FAO

SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan menjadi pilot project pengembangan sektor pangan,  bekerja sama dengan Food and Agriculture organization (FAO) of the United Nation.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura,  David Zakaria mengatakan, dalam waktu dekat organisasi pangan dunia itu akan datang ke Papua, terutama di Kabupaten Jayapura dan Yahukimo sebagai pilot project program ketahanan pangan.

“Ada rencana kami untuk  berkolaborasi dengan pihak FAO yang sudah menyatakan kesiapannya menopang atau memback up kami dari pemerintah Kabupaten Jayapura,  secara khusus dinas untuk melaksanakan beberapa kegiatan,” kata David Zakaria, Kamis (24/11).

Lanjut dia,  program ketahanan pangan antara organisasi pangan dunia dengan pemerintah Kabupaten Jayapura itu terkait dengan ada indikasi perubahan iklim ekstrem yang terjadi pada tahun 2023.

“Rencana kehadiran mereka di Papua diperkirakan tanggal 5 Desember 2022. Kemudian tanggal 6 Desember mereka akan ke Yahukimo,” ungkapnya.

Lebih lanjut, komoditi yang akan dikembangkan terkait dengan kerjasama atau dukungan dari pihak FAO ini terutama terkait dengan potensi pangan lokal, mulai dari komoditi sagu umbi-umbian padi, sorgum dan palawija. “Komoditi yang mereka lihat dengan segala potensinya yaitu potensi pangan,”imbuhnya.

Di samping itu pihaknya juga mulai mempersiapkan perangkat-perangkat lunak yang nanti akan menunjang keperluan kegiatan kunjungan delegasi dari FAO ke Kabupaten Jayapura.  Tentunya pihaknya akan menyajikan kondisi riil di lapangan tentang apa yang bisa diintervensi oleh pihak FAO  di wilayah regional Asia, terutama di Kabupaten Jayapura terkait dengan pengembangan sektor pangan ini

Sementara itu terkait dengan program ketahanan pangan di Kabupaten Jayapura,  untuk menghadapi kondisi keterbatasan pangan dunia di tahun 2023, pihaknya telah melakukan sejumlah program.  Salah satunya intensifikasi untuk komoditi pangan lokal yaitu umbi-umbian dan juga buah-buah yang spesifikasi lokal Papua.”Selain secara reguler kami juga tetap kembangkan secara intensifikasi yaitu padi dan palawija,” tambahnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Penyelundupan Vanili dan Pakaian Bekas Senilai Rp1,5 Miliar Digagalkan

"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…

40 minutes ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

2 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

3 hours ago

Korban Hanyut Kali Uwe Capai 23 Orang yang Ditemukan

Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…

4 hours ago

Utamakan Kelompok Rentan, Berikan Trauma Healing Bagi Anak-anak

Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…

5 hours ago

Didemo Ratusan Jemaat, Pembangunan Dermaga Satrol Dihentikan

Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…

6 hours ago