Categories: SENTANI

Ulama dan Pendeta Dilibatkan Perangi Narkoba

Suasana sosialisasi penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di Kabupaten Jayapura yang dilakukan oleh BNN Provinsi Papua di Pasar Pharaa Sentani, Selasa (23/6). ( FOTO: Robert Cepos)

SENTANI- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua melakukan sosialisasi terhadap penanganan dan pencegahan terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan  masyarakat di Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini melibatkan tokoh agama seperti ulama dan tokoh gereja yang ada di Kabupaten Jayapura. Mereka turut serta ambil bagian dalam membantu pemerintah memerangi  masalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang di tengah masyarakat.

“Permasalahan narkoba tidak melihat siapa orangnya, berapa umurnya, apa profesinya, siapapun dia pasti bisa terjerat penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini,” kata Kepala BNN Papua, Brigjen. Pol Jackson Lapalonga di Pasar Phara Sentani, Selasa (23/6).

Dia mengatakan, saat ini BNN Provinsi Papua mempunyai komitmen bersama dengan seluruh elemen masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Saat ini jenis obat-obatan terlarang yang sudah mulai dikonsumsi oleh generasi penerus bangsa di Provinsi Papua ini seperti ganja dan lem aibon.

“Anak-anak kita, adik-adik kita saat ini banyak yang terlibat dalam penyalahgunaan ganja dan lem aibon,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya tidak pernah berhenti untuk menyampaikan dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Papua untuk tidak menyalahgunakan atau mengkonsumsi narkotika baik ganja maupun lem aibon.

” Sekarang kita di masa pandemi Covid- 19, ini wajib untuk selalu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak untuk menghindari Covid-19. Begitu pula dengan penyalahgunaan narkoba jenis ganja dan lem aibon, ini juga harus kita hindari. Kalau Covid-19, tidak bisa kelihatan, narkoba bisa kelihatan. Kalau virus ini bisa sembuh, namun  narkoba tidak bisa sembuh, karena itu harus didampingi terus,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, meskipun narkoba di Kabupaten Jayapura belum terlalu nampak seperti daerah lain, namun tantangan yang besar yang dihadapi oleh masyarakat saat ini bagaimana generasi penerus di Kabupaten Jayapura yang sebagian kecil mulai mengkonsumsi ganja atau menyalahgunakan lem aibon.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Supaya ke depan, kita mempunyai satu generasi yang optimis dan penuh harapan, bukan generasi yang frustrasi,”ungkapnya.

Oleh karena itu, pemberantasan terhadap penyalahgunaan ganja dan lem aibon di Kabupaten Jayapura ini sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak.

“Termasuk dari tokoh agama ada FKUB para ustadz, para pendeta. Kita harus semangat supaya generasi muda kita jangan sampai terjerumus dengan narkoba,”pungkas Wabup Giri. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

18 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

19 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

19 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

20 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

20 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

21 hours ago