Categories: SENTANI

Ada Guru yang Mengajar di Sekolah jadi Prioritas

SENTANI- Video  yang memperlihatkan sejumlah anak sekolah dasar dan menengah di Distrik Kemtuk, menumpang  mobil kontainer saat pulang sekolah begitu viral dimedia sosial. Banyak tanggapan dan komentar warganet menanggapi kondisi tersebut. Tidak sedikit juga yang memberi dukungan kepada siswa-siswi tersebut dan sebaliknya menilai miring terhadap pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura,  Ted Mokay memberikan tanggapannya mengenai hal itu.  Menurutnya persoalan pendidikan di Papua secara khusus di Kabupaten Jayapura masih ada yang jauh lebih penting dan harus lebih serius lagi untuk diperhatikan oleh pemerintah.  Terutama bagaimana memastikan layanan pendidikan di daerah-daerah tersulit dengan menghadirkan guru yang berkualitas dan selalu mengabdi di tempat tugas. Iitu jauh lebih penting dan harus segera dijawab oleh pemerintah,  ketimbang hal-hal lain yang bisa di ditunda untuk ditangani oleh pemerintah.

“Kita harus bedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan,” kata Ted Mokay, saat diwawancarai media ini di Kantor Bupati Jayapura,  Rabu (23/3)  kemarin.

Dia menjelaskan,  yang paling penting untuk dijawab saat ini adalah bagaimana pemerintah bisa menjamin guru harus tetap berada di depan kelas untuk mengajar muridnya.  Tentunya hal itu harus didukung oleh berbagai macam kebutuhan.  Mulai dari kesejahteraan guru, fasilitas tempat tinggal guru, alat kelengkapan belajar seperti buku, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, Kabupaten Jayapura beberapa tahun terakhir ini,  atas kebijakan Bupati Jayapura telah  mengalokasikan dana otsus senilai lebih dari Rp 19,5 miliar untuk membayar gaji guru kontrak.  Itu terbukti dengan kehadiran para guru  dan tinggal menetap di daerah-daerah terpencil dan tersulit seperti di Airu.

“Kebutuhan kita yang utama itu  guru mengajar di depan kelas.  Karena itu menjadi hal yang jauh lebih penting untuk kita penuhi. Soal fasilitas lain itu bisa kita penuhi secara bertahap tetapi guru mengajar di kelas itu yang harus menjadi prioritas” tegasnya.

Ia menambahkan, bukan  pemerintah tidak mau memfasilitasi, tetapi perlu juga belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana   pemerintah sudah menetapkan beberapa kendaraan bus di sejumlah distrik yang ada di Kabupaten Jayapura untuk menunjang kegiatan masyarakat.

“Tapi 1, 2 tahun hancur,  biaya perawatannya sangat mahal.  Belum lagi orang-orang yang hanya tahu bawah tetapi tidak bertanggung jawab,”tandasnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

18 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

19 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

20 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

21 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

23 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

24 hours ago