

AKP Rozikin (FOTO:Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Kapolsek Sentani Kota AKP Rozikin mengatakan, tren kasus pencurian sepeda motor di Kota Sentani sejauh ini memang cukup tinggi. Terutama pada rentang waktu Januari Sampai Maret. Sementara saat memasuki bulan puasa pada April lalu, jumlah angka kasus curanmor yang dilaporkan ke Polsek Sentani Kota turun drastis.
“Memang untuk kasus yang paling tinggi di Polsek Sentani Kota ini kasus curanmor dan sejak Januari sampai Maret itu cukup tinggi tetapi pas masuk bulan puasa laporan yang kami terima itu hanya tiga kasus pencurian,” kata AKP Rozikin, ketika dikonfirmasi Cendrawasih Pos, Sabtu (21/5).
Dia mengatakan, setelah selesai masa lebaran atau puasa selama 1 bulan itu kasus pencurian sepeda motor di Kota Sentani kembali meningkat. Hal itu bisa dilihat dari beberapa laporan kasus pencurian sepeda motor yang dilaporkan ke Polsek Sentani selama kurun waktu hampir satu bulan belakangan ini. “Masuk bulan Mei kembali banyak laporan kasus pencurian sepeda motor ini,”katanya.
Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polsek Sentani Kota untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap barang-barang berharga miliknya, terutama sepeda motor yang memang menjadi incaran utama dari para pencuri.
Diakuinya, dari beberapa kasus yang dilaporkan terkait dengan hilangnya kendaraan bermotor itu disebabkan karena kelalaian. Misalnya lupa mencabut kunci kontak atau hanya mengandalkan kunci stang bawaan pabrik.
“Dalam berbagai kesempatan saya selalu menyampaikan kepada masyarakat supaya sepeda motor itu harus menggunakan kunci ganda karena pencuri sekarang itu hebat-hebat mereka bisa menggunakan berbagai cara untuk mencuri kendaraan,”tandasnya. (roy/ary)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…