Categories: SENTANI

Bupati Tepis Dana Bencana Mengendap di Bank

Rumah yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi guna ditempati oleh warga Kemiri, korban bencana banjir bandang pada Maret 2019 lalu. Bupati tepis dana bencana sengaja di simpan di di bank untuk mencari keuntungan. (FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, MSi menepis adanya anggapan sebagian masyarakat belakangan ini di Kabupaten Jayapura yang menuding Pemkab Jayapura sengaja mengendapkan dana bantuan bencana di bank untuk mendapatkan keuntungan.

“Terus terang saja bisa cek di Sekda, asisten III, kepala BNPB, ( BPBD), bagaimana setiap saat kita cek. Marah- marah, ini kenapa. Uang kecil saja kenapa bikin tender-tender lagi, ini tidak boleh. Jadi informasi itu tidak benar, karena masyarakat sedang dalam susah,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan media ini, di Hotel Horex Sentani, Rabu (21/4).

Meskipun demikian, bupati mengakui, progres penanganan pasca bencana di Kabupaten Jayapura memang  agak lambat. Namun demikian, untuk penanganan terhadap rumah masyarakat yang menjadi korban atau  terdampak dari bencana banjir bandang 2019 itu sesuai dengan pengajuan Pemerintah Kabupaten Jayapura ke pihak BNPB. Di mana rumah yang rusak itu akan dilakukan ganti rugi dengan jumlah anggaran yang berbeda, sesuai dengan tingkat kerusakan rumah.

” Yang rusak berat kita kasih Rp 50 juta, yang rusak ringan Rp 25 juta  dan yang rusak sedang Rp 10 juta,” jelasnya.

Saat ini, tim di BPBD Kabupaten Jayapura sudah melakukan verifikasi terhadap masyarakat yang terkena dampak akibat bencana itu dengan mekanisme by name  by address. Di satu sisi Pemkab Jayapura juga masih sedikit kesulitan soal data dari masyarakat yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki oleh Pemkab Jayapura. Sehingga ini juga  perlu ditelusuri secara baik supaya tidak terjadi kesalahan.

“Itu yang saya bilang tidak boleh, data awal ini yang harus menjadi pegangan, tapi saya sadar di Pemkab juga ada staf kerja  lambat,”ujarnya.

Kendala lain, dulunya pemerintah merencanakan merelokasi seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran danau. Tetapi melihat jumlah dana yang disiapkan oleh pemerintah pusat tidak mencukupi untuk membiayai relokasi itu maka pemerintah daerah juga melakukan komunikasi kembali ke pemerintah pusat.

“Kami sampaikan ke pemerintah pusat bahwa dengan dana seperti ini tidak bisa merelokasi. Kita hanya kasih uang saja ke mereka untuk perbaiki yang rusak,”katanya menambahkan. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru 5,56 MM

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…

1 day ago

Laporan Pertanggungjawaban Lambat, Pemprov Disemprot

Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…

1 day ago

Tanamkan Karakter dan Integritas Untuk Cegah Korupsi Sejak Dini

  Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…

1 day ago

Satu KKB “Bernyanyi”, Empat Orang Langsung Dibekuk

Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…

1 day ago

Kepsek Diwarning, Harus Tegas Tangani Tawuran Pelajar!

   Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…

1 day ago

Diduga Kelompok Baru yang Bermain

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…

1 day ago