Categories: SENTANI

Perambahan Akibatkan Berkurang Lahan Sagu

Dodi Samyana ( FOTO : Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah menjadikan komoditi  Sagu Kakao Ikan (Sakai) sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura. Pemerintah berharap, Komoditas ini kedepannya bisa menjadi  kekuatan ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Namun menurutnya banyaknya perambahan mengakibatkan berkurangnya lahan sagu.

“Pak Bupati Jayapura jadikan komoditi ini sebagai kekuatan dan andalan ekonomi masyarakat, padahal komoditi sagu Kakao dan ikan ini sudah banyak mengalami masalah,” ungkap Kepala Dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura Dodi Samyana kepada wartawan di Sentani, Sabtu (19/10).

Dia menjelaskan, komoditas komoditas tersebut merupakan beberapa komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura bahkan pernah meraih masa kejayaannya. Misalnya sagu, meski menjadi satu komoditas unggulan tetapi saat ini keberadaan sagu di Kabupaten Jayapura sudah mulai berkurang. Ini disebabkan karena budaya konsumtif yang lebih besar ketimbang membudidayakannya. Belum lagi ada upaya perambahan hutan sagu yang dilakukan sehingga menambah kurangnya lahan sagu di Kabupaten Jayapura.

Beberapa waktu lalu dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura sudah melakukan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sejumlah pakar dan ahli dari beberapa komoditas tersebut. Ada beberapa ringkasan dari FGD Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu di Kabupaten Jayapura yang diselenggarakan beberapa waktu lalu antara lain perlu inventarisasi sagu di Kabupaten Jayapura, pemanfaatan tepung  sagu dapat berupa pati yang kemudian dijual atau dijadikan bahan baku industri rumah tangga.

 “Selanjutnya hasil inventarisasi sagu hendaknya didaftarkan ke PVT Kementerian Pertanian, Perlu didirikan techno park, untuk meningkatkan keterampilan petani sagu dari hulu sampai ke hilir,”tambahnya.

Dodi menambahkan hasil dari FGD beberapa waktu lalu juga meminta adanya grand design dalam rangka mengembangkan sagu yang berisi penataan kembali tata ruang Kabupaten Jayapura, untuk mengembangkan kawasan sagu perlu keterlibatan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, peneliti dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan elemen lainnya.

“Sagu hendaknya diusahakan dari mulai hulu sampai ke hilir dengan melibatkan dinas-dinas yang terkait dan perlu penanaman ulang kawasan sagu yang terbakar dan penggantian areal sagu yang  sudah berubah fungsi menjadi pemukiman dan kemudian yang tidak kalah pentingnya perlu adanya perencanaan tentang apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dan  kapan akan dilaksanakan,” tuturnya.(roy/gin)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

5 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

6 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

7 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

8 hours ago

Pemkab Jayapura Mulai Tertibkan Legalitas Bangunan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…

9 hours ago

Kapal Foi Moi Didorong Jadi Penggerak Wisata Danau Sentani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…

10 hours ago