

SENTANI- Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah menjadikan komoditi Sagu Kakao Ikan (Sakai) sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura. Pemerintah berharap, Komoditas ini kedepannya bisa menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Namun menurutnya banyaknya perambahan mengakibatkan berkurangnya lahan sagu.
“Pak Bupati Jayapura jadikan komoditi ini sebagai kekuatan dan andalan ekonomi masyarakat, padahal komoditi sagu Kakao dan ikan ini sudah banyak mengalami masalah,” ungkap Kepala Dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura Dodi Samyana kepada wartawan di Sentani, Sabtu (19/10).
Dia menjelaskan, komoditas komoditas tersebut merupakan beberapa komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura bahkan pernah meraih masa kejayaannya. Misalnya sagu, meski menjadi satu komoditas unggulan tetapi saat ini keberadaan sagu di Kabupaten Jayapura sudah mulai berkurang. Ini disebabkan karena budaya konsumtif yang lebih besar ketimbang membudidayakannya. Belum lagi ada upaya perambahan hutan sagu yang dilakukan sehingga menambah kurangnya lahan sagu di Kabupaten Jayapura.
Beberapa waktu lalu dinas perkebunan dan peternakan Kabupaten Jayapura sudah melakukan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sejumlah pakar dan ahli dari beberapa komoditas tersebut. Ada beberapa ringkasan dari FGD Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu di Kabupaten Jayapura yang diselenggarakan beberapa waktu lalu antara lain perlu inventarisasi sagu di Kabupaten Jayapura, pemanfaatan tepung sagu dapat berupa pati yang kemudian dijual atau dijadikan bahan baku industri rumah tangga.
“Selanjutnya hasil inventarisasi sagu hendaknya didaftarkan ke PVT Kementerian Pertanian, Perlu didirikan techno park, untuk meningkatkan keterampilan petani sagu dari hulu sampai ke hilir,”tambahnya.
Dodi menambahkan hasil dari FGD beberapa waktu lalu juga meminta adanya grand design dalam rangka mengembangkan sagu yang berisi penataan kembali tata ruang Kabupaten Jayapura, untuk mengembangkan kawasan sagu perlu keterlibatan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, peneliti dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dan elemen lainnya.
“Sagu hendaknya diusahakan dari mulai hulu sampai ke hilir dengan melibatkan dinas-dinas yang terkait dan perlu penanaman ulang kawasan sagu yang terbakar dan penggantian areal sagu yang sudah berubah fungsi menjadi pemukiman dan kemudian yang tidak kalah pentingnya perlu adanya perencanaan tentang apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dan kapan akan dilaksanakan,” tuturnya.(roy/gin)
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…