

SENTANI- Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Akademi Pariwisata (Akpari) 45 Jayapura mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengembangan Tablasupa Dirancang Sebagai Kampung Wisata wisata melalui pendampingan untuk memfasilitasi pelatihan masyarakat di d Tablasupa Dirancang Sebagai Kampung Wisata wisata Tablasupa, Distrik Depapre, Sabtu (18/5).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainer (TOT) bagi dosen pendamping Tablasupa Dirancang Sebagai Kampung Wisata wisata di Makassar, beberapa waktu lalu.
Hasil dari kegiatan TOT mewajibkan semua peserta TOT menyusun sebuah program kegiatan untuk membangun desa wisata di masing-masing daerah. Dan terpililah Kampung Tablasupa untuk dirancang sebagai desa wisata.
Setelah melalui proses tahapan dan penilaian proposal program desa wisata yang diusulkan, maka hasilnya Akpari 45 Jayapura dinyatakan lolos.
Kepala Sub Bidang Sadar Wisata Kementrian Pariwisata RI, Arum Damarintyas, S.Sos, menekankan tentang pentingya pengembangan desa wisata di Indonesia, di mana hal ini akan berpengaruh pada perputaran ekonomi dan kesejahteraan di daerah pedesaaan. “Uang akan ditarik datang ke desa wisata tersebut, dengan mengambil contoh desa- desa wisata yang sudah sukses seperti Pujon Kidul Malang, Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta dengan omzet besar dan berhasil menyerap tenaga kerja lebih banyak, diharapkan Desa Wisata Tablasupa juga dapat mengalamai hal yang sama,” kata Arum Damarintyas kepada wartawan di Kampung Tablasupa, Sabtu (18/5).
Sementara itu, Ketua Usaha Perjalanan wisata yang juga sebagai konsultan Pariwisata, Jerri Aronggear mengatakan, selanjutnya kegiatan itu akan dilombakan untuk menjadi kampung wisata terbaik se-Indonesia. Apabila dinyatakan lolos, kemungkinan besar akan diundang untuk mempresentasikannya di level yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan, untuk menentukan lulus dan tidaknya akan dinilai dari sisi perputaran uang di desa wisata dan juga bagaimana desa wisata ini bisa memberdayakan masyarakat dengan baik. Kemudian yang berikut desa wisata itu bisa mempertahankan nilai-nilai budaya lokal setempat.
” Ada cara yang cukup mudah dilakukan agar semua potensi wisata yang ada di kampung Tablasupa ini bisa dikembangkan, pertama membentuk kelompok sadar wisata kemudian masyarakat atau semua pihak terkait harus bekerja sama dan terus menjalin hubungan yang baik agar ini benar-benar bisa terwujud,” paparnya.
Ada tiga hal yang dibicarakan dalam Bimtek tersebut yakni tentang Sadar Wisata atau Sapta Pesona, Pramuwisata atau Guide dan Pengembangan Home Stay. Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo.(roy).
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…
Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…
rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…