Categories: SENTANI

Beras,  Kain Keki dan Batik Papua untuk ASN, Harga Hanya Rp 10 Ribu

SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura mulai menerapkan kebijakan baru terkait pemberian beras berkualitas bagi aparatur sipil negara 9ASN) di Kabupaten Jayapura.  Selain itu Pemda juga menyiapkan kain keki untuk seluruh ASN di Kabupaten Jayapura dan juga Batik Papua yang harganya semua dijual Rp 10.000 per meter.

“Untuk beras ini kita jual 10.000 per kg,  Begitu juga dengan kain keki dan baju batik harganya Rp 10.000 per meter,” kata Sekda Hanna Hikoyabi, Jumat (17/6).

Dia mengatakan, khusus untuk beras pemerintah mendatangkannya dari Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan dan saat ini utusan dari Pemerintah Kabupaten Jayapura sudah mengunjungi langsung wilayah itu untuk memastikan dan melihat langsung kualitas beras yang akan di sediakan untuk ASN di Kabupaten Jayapura.

Namun demikian Pemerintah Kabupaten Jayapura juga tetap menggunakan beras lokal Khenambai  Umbai sebanyak 7 ton untuk dikolaborasikan dengan beras yang berasal dari Kabupaten Sidrap.

Sekda Hanna menyebut beras yang akan disiapkan oleh pemerintah ini dijamin kualitasnya. Ini merupakan program pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memperbaiki kualitas hidup dari seluruh ASN di Kabupaten Jayapura. “Beras Bulog yang kualitasnya kurang bagus kami sedikit perbaiki kualitasnya. Kami kasih beras bersih ke ASN,” ujarnya.

Kemudian untuk Batik Papua dan kain keki juga saat ini utusan dari pemerintah Kabupaten Jayapura sudah berada di Jakarta untuk melihat langsung kualitas kain yang akan diberikan kepada seluruh ASN di Kabupaten Jayapura.  Khusus untuk kain batik khas Papua ini tetap menggunakan motif Papua hanya produksinya akan dibuat di Jakarta. “Kita pakai batik motif khas Papua cuma pabriknya di Jakarta,” bebernya.

Begitu juga dengan kain keki juga disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, sehingga nanti akan diberikan kepada seluruh ASN dengan cara dijual dengan harga yang lebih murah yaitu Rp 10.000 per meter.

Saat ini tercatat ada lebih dari 3.000 ASN di Kabupaten Jayapura yang tersebar sampai di tingkat distrik. Sehingga apabila nantinya kain ini sudah tersedia maka seluruh ASN di Kabupaten Jayapura wajib untuk membelinya. “Memang kita juga akan siapkan dulu regulasinya,” ujarnya.

Dia menegaskan,  kebijakan  ini tentunya diberlakukan apabila daerah memiliki ketersediaan anggaran yang cukup.  Misalnya keuangan daerah di tahun ini cukup untuk menganggarkan semua item,  maka bisa dijalankan mulai tahun ini tetapi apabila belum bisa dilakukan secara bertahap.

“Ini dari uang ASN misalnya  beras itu kita potong Rp10.000/1 kg. Begitu juga kain  keki dan batik, ya kita jual Rp 10.000 per meter. Jadi semua serba Rp 10 ribu,” pungkasnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Putra Misionaris Korban Pembunuhan Minta Hentikan Kekerasan

Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…

1 hour ago

Ada Batu Bogor yang Harus Bunyikan Klakson

Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…

3 hours ago

Dokter Spesialis Anak Jelaskan Penyebab Paru-paru Basah

Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…

6 hours ago

Ratusan Ular Kobra Lepas saat Banjir , Warga Digigit hingga Dilaporkan Tewas

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…

9 hours ago

Puskesmas Rimba Jaya Tak Luput dari Pemalangan

Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…

10 hours ago

Stunting di Merauke Capai 17,4 Persen

Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…

11 hours ago