

Khairul Lie (foto: Yohana/Cepos)
SENTANI – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, akui di Kabupaten Jayapura masih ada 22 persen, kasus kematian diawal kehidupan yang disebabkan oleh malaria.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie menjelaskan, Dinkes Kabupaten Jayapura akan terus melakukan evaluasi terhadap data kematian di awal kehidupannya yang terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura yang disebabkan oleh malaria.
“Setiap kematian awal kehidupan atau kematian Ibu, setiap tahun kita bahas kasusnya, apa penyebab kematiannya kalau penyebabnya Memang karena Tuhan sudah menghendaki untuk meninggal itu berarti di luar kontrol kita,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (17/1) kemarin.
Diakuinya, akan tetapi jika penyebabnya hanya karena keterlambatan penolong, keterlambatan kebijakan dan manajerial bisa dievaluasi dan dikontrol melalui sistem data yang harus di perbaiki.
“Kita akan melakukan satu pertemuan yang lebih besar, lebih lengkap, semua direktur rumah sakit maupun kepada puskesmas, dokter anak, bidan, untuk membahas terkait kematian awal kehidupan yang disebabkan karena penyakit malaria, ” jelasnya.
“Saya sudah minta untuk ditelusuri, apakah ibu hamil yang meninggal dikarenakan malaria, merupakan warga kabupaten Jayapura atau tidak, pasalnya setiap ibu hamil ini selalu dilakukan pemeriksaan malaria pada saat pertama kali pemeriksaan dan pada saat melahirkan, ” tambahnya.
Bahkan diharapkan dengan sering dilakukan pemeriksaan malaria kepada para ibu hamil, dapat mengurangi resiko meninggalnya Ibu hamil karena malaria.
Setiap tahun ada kematian, dan kasus kematian ibu hamil yang disebabkan karena malaria ada 22 persen kasus atau sebanyak 11 kematian, diharapkan dengan upaya pembahasan bersama, pelatihan dan pencegahan yang dilakukan dapat mengurangi angka tersebut.
“Dari data kami ada 11 kasus kematian ibu yang disebabkan karena malaria, jadi kami harapkan dengan upaya yang dilakukan dapat mengurangi angka kematian ibu yang disebabkan karena malaria, ” pungkasnya. (ana)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…