

Sihar Lumban Tobing, SH (FOTO:Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Sihar Lumban Tobing menyoroti kondisi Kota Sentani, Kabupaten Jayapura yang menurutnya seperti tidak ada kesiapan menjelang penyelenggaraan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada Oktober tahun ini.
Sorotan yang disampaikan Sihar Lumban Tobing itu lebih kepada bagaimana pemerintah daerah menghadirkan kesan nyaman bagi para tamu yang datang. Sorotan itu lebih difokuskan mengenai masih maraknya peredaran miras di Kota Sentani. Kemudian penataan kota yang terlihat masih amburadul, termasuk penanganan sampah yang belum benar-benar terlihat adanya upaya dari pihak-pihak terkait.
” Saya sangat berharap, Bupati berani meninjau pimpinan-pimpinan OPD yang kurang produktif,” tegas Sihar Tobing kepada media ini, Jumat (15/7).
Menurutnya, program yang sudah disampaikan pimpinan daerah sebenarnya sudah bagus. Hanya saja pimpinan OPD belum sanggup menterjemahkan. Karena itu sangat disayangkan ketika ada OPD yang tidak mampu menterjemahkan program kerja kepala daerah.
Dikatakan, hal yang membuatnya miris sejauh ini misalnya terkait penataan kota, penanganan sampah dan juga Miras. Khusus Miras, sebenarnta tidak ada yang sulit untuk diberantas. Namun sampai saat ini, Perda yang sudah dibentuk justru sama sekali tidak berdaya. Karena buktinya, masih sangat marak penjualan Miras di Kota Sentani, bahkan sampai ke wilayah terjauh dari kota sekalipun, juga masih sangat sangat marak.
“Kita mau selenggarakan Kongres AMAN dan punya kesan yang baik. Tetapi penjual Miras masih banyak. Niatan kepala daerah bagus, tetapi kalau aparatur di bawah tidak bisa terjemahkan ya sangat disayangkan,” sesalnya.
Kemudian masalah lain yang tidak kalah penting untuk ditangani adalah soal kebersihan kota Kabupaten Jayapura yang terkesan carut marut.
“Trotoar dekil dan banyak yang berantakan. Coba dari dinas terkait perbaiki. Coba lihat beberapa ruas jalan Kabupaten Jayapura berantakan dan dibiarin. Termasuk marka pembatas jalan juga terlihat sangat berantakan, padahal ini mengenai wajah kota,”ungkapnya.
Dia berharap, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Dinas PU benar benar menjalankan tugasnya. Terutama terkait kebutuhan yang ada saat ini. Mulai dari masalah Miras, kebersihan kota dan sejumlah fasilitas umum di pusat kota yang harus dibenahi. (roy/ary)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…