Categories: SENTANI

Miras, Jalan Rusak dan Sampah Harus Diatasi Sebelum Kongres AMAN

SENTANI- Anggota DPRD Kabupaten Jayapura,  Sihar Lumban Tobing menyoroti kondisi Kota Sentani, Kabupaten Jayapura yang menurutnya seperti tidak ada kesiapan menjelang penyelenggaraan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada Oktober tahun ini.

Sorotan yang disampaikan Sihar Lumban Tobing itu lebih kepada bagaimana pemerintah daerah menghadirkan kesan nyaman bagi para tamu yang datang.  Sorotan itu lebih difokuskan mengenai masih maraknya peredaran miras di Kota Sentani.  Kemudian penataan kota yang terlihat masih amburadul,  termasuk penanganan sampah yang belum benar-benar terlihat adanya upaya dari pihak-pihak terkait.

” Saya sangat berharap,  Bupati berani meninjau pimpinan-pimpinan OPD yang kurang produktif,” tegas Sihar Tobing kepada media ini, Jumat (15/7).

Menurutnya, program yang sudah disampaikan pimpinan daerah sebenarnya sudah bagus. Hanya saja pimpinan OPD belum sanggup menterjemahkan. Karena itu sangat disayangkan ketika ada OPD yang tidak mampu menterjemahkan program kerja kepala daerah.

Dikatakan, hal yang membuatnya miris sejauh ini misalnya terkait penataan kota, penanganan sampah dan juga Miras. Khusus Miras, sebenarnta tidak ada yang sulit untuk diberantas. Namun sampai saat ini, Perda yang sudah dibentuk  justru sama sekali tidak berdaya. Karena buktinya, masih sangat marak penjualan Miras di Kota Sentani, bahkan sampai ke wilayah terjauh dari kota sekalipun, juga masih sangat sangat marak.

“Kita mau selenggarakan Kongres AMAN  dan punya kesan yang baik. Tetapi penjual Miras masih banyak.  Niatan kepala daerah bagus, tetapi kalau aparatur di bawah tidak bisa terjemahkan ya sangat disayangkan,” sesalnya.

Kemudian masalah lain yang tidak kalah penting untuk ditangani adalah soal kebersihan kota Kabupaten Jayapura yang terkesan carut marut.

“Trotoar dekil dan banyak yang berantakan. Coba dari dinas terkait perbaiki. Coba lihat beberapa ruas jalan Kabupaten Jayapura berantakan dan dibiarin.  Termasuk marka pembatas jalan juga terlihat sangat berantakan, padahal ini mengenai wajah kota,”ungkapnya.

Dia berharap,  Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Dinas PU benar benar menjalankan tugasnya. Terutama terkait kebutuhan yang ada saat ini. Mulai dari masalah Miras, kebersihan kota dan sejumlah fasilitas umum di pusat kota yang harus dibenahi. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

2 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

3 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

4 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

5 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

7 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

8 hours ago