Categories: SENTANI

Jaga Eksistensi Budaya, Pemkab Gandeng YPPA

Penandatanganan MoU antara Pemkab Jayapura dengan Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat Kabupaten Jayapura, Selasa (16/6). ( FOTO: Robert Cepos)

SENTANI-Guna menjaga dan mengembangkan eksistensi budaya adat di 9 Dewan Adat Suku (DAS) di Kabupaten Jayapura, Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat (YPPA) Kabupaten Jayapura bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura  melakukan kerja sama terkait pendidikan adat bahasa ibu sebagai muatan lokal di jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE, M.Si bersama Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat Kabupaten Jayapura menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Sekolah Adat Kabupaten Jayapura, Kampung Hobong, Distrik Sentani, Selasa (16/6).  Kesepakatan antara Pemkab Jayapura dan Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat Kabupaten Jayapura itu, terkait pendidikan adat bahasa ibu sebagai muatan lokal  pada jenjang PAUD hingga SMA/SMKA di sembilan wilayah Dewan Adat Suku Mamta Kabupaten Jayapura.  

Dalam sambutannya, Bupati Awoitauw  mengatakan, yayasan tersebut yang menginisiasi terjalinnya kerja sama dengan Pemkab agar eksistensi budaya adat di wilayah itu tetap terus dijaga dan dikembangkan. Apalagi saat ini era perkembangan tekonologi dan informasi begitu pesat sehingga dapat menggerus jati diri para generasi muda Papua.

“Tantangan besar karena teknologi  dan informasi luar biasa berkembang pesat, sehingga anak-anak cepat ikuti perkembangan itu, karena itu, ini suatu upaya untuk  mereka tidak boleh kehilangan jati dirinya,” kata Mathius dalam sambutanya, Selasa (16/6).

Sementara itu, Ketua Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Adat Kabupaten Jayapura, Orgenes Monim menuturkan, MoU ini dimaksudkan agar pendidikan adat di 9 Dewan Adat Suku bisa masuk dalam pendidikan formal.

Terkait hal itu, pihaknya juga menggelar training of trainer (ToT) bagi 50 guru dari sekolah formal  agar mampu mengajarkan muatan lokal secara khusus untuk mata pelajaran bahasa ibu.

“Tahun 2020 MoU kaitannya pendidikan adat ini masuk sebagai salah satu muatan lokal yang akan include dalam pendidikan formal di tingkat SD.  Lewat bahasa ini, mereka belajar tentang kuliner, kerajingan tangan, makanan khas lokal. Modul bahasa ibu sudah menyiapkan itu.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

35 minutes ago

Gubernur: PAD Jangan Ditahan-tahan, Segera Disetor!                  

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…

4 hours ago

Selain Pakaian Layak Pakai, Kebutuhan Balita Masih Kurang

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…

5 hours ago

Insentif Kader Posyandu Nunggak 6 Bulan

   Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…

6 hours ago

Pemprov Salurkan Tiga Truk Bantuan

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…

7 hours ago

Ribuan Jiwa Terdampak Kebakaran, Pemkot Siapkan Penanganan Terpadu

Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…

8 hours ago