Categories: SENTANI

Siswa Pelaku Penyerangan SMK YPKP Terancam Dipidana

SENTANI- Kapolsek Sentani Kota AKP Rosikin mengungkapkan, terkait dengan penyelesaian kasus penyerangan yang dilakukan oleh 71 siswa dari SMK Negeri 1 Sentani terhadap SMK YPKP Sentani sudah ada titik terang.

Pihaknya telah memfasilitasi pertemuan penyelesaian konflik antara siswa tersebut di Polsek Sentani Kota Senin (12/9) lalu.  Penyelesaian konflik  dihadiri oleh sejumlah pihak, terutama dari pimpinan dari kedua lembaga pendidikan yang terlibat,  termasuk pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten Jayapura. 

Terkait dengan penyelesaian masalah itu pihaknya bersama  Dinas Pendidikan baik kabupaten dan juga Provinsi Papua sepakat mendeklarasikan anti kekerasan dan tawuran antar pelajar.

“Penyelesaiannya kami sepakat membuat deklarasi anti tawuran ataupun penyerangan untuk seluruh Kabupaten Jayapura,” kata AKP Rosikin, Selasa (13/9).

Sementara itu terkait dengan kerusakan maupun korban jiwa yang ditimbulkan akibat dari aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok siswa dari SMK Negeri 1 Sentani itu,  berdasarkan keterangan dan penjelasan dari Kepala SMK Negeri 1 Sentani bahwa kerusakan dan korban jiwa itu masing-masing menjadi tanggung jawab dari siswa dan orang tua siswa itu sendiri.

“Dari keterangan  Kepala SMK Negeri 1 terkait dengan kerusakan motor dan korban jiwa itu sekolah tidak bertanggung jawab.  Karena sekolah tidak menyiapkan uang penggantian.  Semua akan dibebankan kepada orang tua siswa itu sendiri,” jelasnya.

Lanjut dia, terkait dengan kerusakan ataupun korban yang ditimbulkan pasca penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok siswa SMK Negeri 1 Sentani ,  terdapat dua orang siswa dari SMK YPKP yang menjadi korban yang cukup parah dan salah satunya mengalami keretakan pada tulang tangan.  Dua orang siswa ini juga telah membuat laporan pengaduan secara resmi ke Polsek Sentani kota terkait dengan peristiwa yang mereka alami.

Sementara itu untuk kerugian material seperti sepeda motor,  ada sekitar 9 sepeda motor yang dirusak oleh para pelaku.  Polisi sendiri sudah mengantongi identitas siswa berkat  rekaman CCTV yang ada di sekitar komplek sekolah. Sementara ini sekitar 3 siswa yang melakukan penganiayaan siswa SMK YPKP dan pengerusakan sepeda motor.

“Tindak lanjut dari pengaduan siswa itu karena ini juga ada perintah dari pimpinan dalam hal ini Bapak Kapolres,  tetap yang melakukan tindakan pidana dia disangkakan dengan Pasal 351 ancaman hukuman 5 tahun penjara.  Apalagi ini juga sudah dapat lampu hijau dari Dinas Pendidikan Provinsi melalui Kabidnya dan Kepala SMK Negeri 1 Sentani,”pungkasnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

11 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

14 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

16 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

17 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

18 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

19 hours ago