Categories: SENTANI

Sempat Diduga Meninggal Karena Covid-19

Tenaga kesehatan dari RSUD Yowari saat mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan tak bernyawa eks Kantor Klasis GIDI, Jalan Pos 7 Sentani, Jumat (10/4). ( FTO: Dok. Polisi)

SENTANI-Seorang pria paruh baya di Sentani ditemukan tak bernyawa, Jumat (10/4). Sempat diduga pria tersebut meninggal karena Covid-19. Namun setelah polisi dan tim medis mengevakuasi yang bersangkutan ke RSUD Yowari, ternyata meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Waktu itu  dibilang sempat batuk-batuk sebelum meninggal, sehingga kami meminta petugas medis berpakaian anti Covid datang memeriksa dan dibawa ke RSUD Yowari,” kata Kapolsek Sentani Kota, AKP Lintong Simanjuntak  saat dihubungi media ini, Minggu (11/4).
Dia menjelaskan, pria parubaya itu meninggal dunia  di eks Kantor Klasis GIDI, Jalan Pos 7 Atas Sentani. Pertama kali mayat pria tersebut ditemukan  saksi bernama Endira Wenda (35), sekira pukul 03.30 WITdini hari, saat saksi hendak ke kamar mandi eks Kantor Klasis GIDI Pos 7 Sentani.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi dan mendapat kabar bahwa sebelum meninggal, dia sempat batuk, sehingga kami panggil petugas medis menggunakan APD,” terangnya.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum meninggal dunia, pria yang diketahui Makam Tabo (50) itu sempat mengalami batuk dan kaki gemetar sekitar pukul 2.15 WIT. Saat itu  korban keluar menuju bagian depan eks Kantor Klasis GIDI.  Saksi mengira korban hanya mengalami batuk biasa sehingga saksi melanjutkan istirahat, kemudian sekira pukul 03.30 WIT saksi yang juga tinggal di eks Kantor Klasis GIDI terbangun karena ingin buang air kecil, sehingga saksi turun dari lantai 2 menuju kamar mandi yang berada di lantai bawah, namun sesampainya di depan pintu utama, saksi melihat korban sudah dalam posisi terlentang. 

Melihat hal tersebut saksi berusaha membangunkan korban, namun tidak ada respon dan kondisi badan korban juga diketahui sudah dingin, selanjutnya saksi memberitahu keluarga korban bahwa telah menemukan korban tergeletak di depan pintu eks kantor dan sudah tidak bernafas lagi.
“Kondisi korban saat masih hidup mengalami tuna wicara dan tuna rungu, saat tiba di TKP, kami langsung memasang garis police line dan menginformasikan hal tersebut ke tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, di mana saat dievakuasi, tim medis menggunakan APD (alat pelindung diri) selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Yowari,” tuturnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Warga Mulai Panik, Kabut Putih Masuk Kota Jayapura

Fenomena udara yang menyelimuti kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura belakangan ini dipastikan murni merupakan fenomena…

6 hours ago

Memaksakan Siswa Naik Kelas Bisa Jadi Bumerang Dikemudian Hari

PGRI menegaskan bahwa siswa yang kurang berupaya belajar, sering absen tanpa alasan jelas, serta belum…

7 hours ago

Ada Dua Warga Binaan yang Kabur

Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Hendrik, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan, jumlah penghuni lapas tercatat sebanyak…

9 hours ago

Motto “Hen Tecahi Yo Onomi T’Mar Ni Hanased” Alami Perubahan

Motto Hen Tecahi Yo Onomi T'mar Ni Hanased yang merupakan peninggalan Wali Kota Benhur Tomi…

10 hours ago

Jenazah Mayor Manfred Fatem Diminta Diserahkan ke Gereja

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, Manfred bersama pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya sebelumnya…

11 hours ago

Pemerintah Pakai Bantuan Cairan dari Brasil Tangani Karhutla

Dudung mengatakan dirinya dalam waktu dekat akan meninjau sejumlah wilayah terdampak karhutla, termasuk Sumatera Selatan,…

17 hours ago