Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang sesuai dengan kondisi anak-anak di wilayah danau, yang tidak bisa disamakan dengan anak-anak di wilayah perkotaan atau barat Indonesia.
Sejak Oktober 2025, program MBG telah menjangkau seluruh siswa di SD YPK Ifar Babrongko. Tahun ini, MBG juga mulai mengintegrasikan pangan lokal, sebuah langkah yang mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.
“Anak-anak di rumah belum tentu mau makan makanan lokal, mereka maunya nasi saja. Tapi dengan MBG, mereka diperkenalkan dengan pangan lokal. Ini sangat menolong agar ke depan anak-anak bisa mencintai makanan lokal,” pungkas Martha.
Program MBG di Kampung Yoboi diharapkan terus berlanjut dan ditingkatkan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pelestarian pangan lokal di wilayah Danau Sentani. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…