Categories: SENTANI

Bupati: Angkasa Pura 1 Harusnya Konsisten

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyebut pihak Angkasa Pura 1  tidak konsisten terkait perekrutan dan penempatan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) di Bandara Sentani.

“Itu sebelum Angkasa Pura 1 masuk ke Papua,  sudah rapat dua kali di kantor pusat Angkasa Pura 1 Jakarta, pesan itu pertama kami sampaikan, tolong perhatikan (anak asli Papua) kalau masuk di Jayapura,” kata Mathius Awoitauw Rabu (10/8) kemarin.

Dia mengatakan, bukan berarti pemerintah daerah mengintervensi kebijakan dari AP1. Namun dia beralasan, boleh saja AP1 menerapkan kebijakannya di seluruh Indonesia, tapi tidak demikian semestinya untuk Papua. Karena Papua ada undang undang otsus. Sehingga ada kebijakan khusus.

“Karena itu Otsus, jadi tolong itu diutamakan dan itu juga sudah disepakati oleh pimpinan AP1, untuk memprogramkan dan membuat program magang di Bandara-bandara yang kelola oleh Angkasa Pura 1,  magangnya nanti di situ,  inikan tidak terwujud apa yang kita sepakati itu, ” sesalnya.

Dia mengatakan, terkait tenaga kerja tersebut, selama ini ada pihak pihak yang secara mandiri bergerak untuk melatih calon tenaga kerja di bandara Sentani.   Itu juga bisa dikomunikasikan oleh Angkasa Pura 1. Jangan dibiarkan meskipun mereka memulai sendiri. “Itu juga bukan programnya Pemda tapi itu inisiatif mereka.  Kalau sudah jalan begitu coba dibangun komunikasi.  Bagaimana model seleksinya dan lain-lain,” harap Mathius.

Karena itu dia menilai pihak Angkasa Pura 1 juga belum terlihat terbuka pada bagian itu secara khusus terkait dengan rekrutmen tenaga kerja di Bandara Sentani.

“Kami sudah menyurat juga ke AP1,  untuk difasilitasi, dibantu,  karena itu kan perusahaan sendiri  pemerintah tidak bisa intervensi tapi pemerintah bisa intervensi karena ada kesepakatan sebelum Angkasa Pura 1 masuk Jayapura.  Harus ada konsisten di situ saja,  saya lihat AP1  belum memenuhi apa yang sudah kita sepakati itu,” pungkasnya. (roy/wen)

newsportal

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

12 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

13 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

14 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

15 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

16 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

17 hours ago