

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat memimpin rapat bersama Forkopimda dan sejumlah kepala OPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Jayapura, Senin (10/1) kemarin (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura menetapkan status siaga, pasca terjadinya cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi mengatakan, berdasarkan hasil rapat bersama antara BPBD Kabupaten Jayapura, Bupati Jayapura dan juga sejumlah Forkopimda di Kabupaten Jayapura, telah disepakati bahwa Kabupaten Jayapura menetapkan status siaga darurat selama 3 bulan ke depan, terhitung sejak Januari sampai Maret 2022.
“Berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat tadi, Kabupaten Jayapura menetapkan status siaga, terhitung mulai bulan Januari sampai Maret 2022,” kata Sekda Hanna Hikoyabi, ketika dikonfirmasi wartawan, usai mengikuti rapat di Kantor Bupati Jayapura, Senin (10/1) kemarin.
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa intensitas hujan tinggi ini akan terjadi dari bulan Januari sampai Februari tahun ini. Meski begitu Pemerintah Kabupaten Jayapura tetap menambah waktu siaga sampai di Maret karena pertimbangannya ada bencana lainnya.
“Dari BMKG menyampaikan bahwa cuaca intensitas hujan tinggi itu sampai di bulan Februari, tetapi kita juga memperpanjang waktu siaga karena pemicunya itu ada La Nina di bulan Maret,” jelasnya.
Menurutnya penting bagi pemerintah menentukan atau menetapkan status siaga, agar masyarakat juga waspada menyikapi indikasi terjadinya bencana di Kabupaten Jayapura, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini.
Oleh karena itu, menyikapi status siaga bencana ini, masyarakat di Kabupaten Jayapura khususnya di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya bencana perlu mengantisipasi, dengan melakukan kegiatan bersama membersihkan lingkungan masing-masing.
“Saya berharap masyarakat secara swadaya bersama-sama membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar tempat tinggal dan juga di saluran-saluran drainase, supaya air tidak tersumbat,”harapnya.
Ditambahkan, masyarakat juga harus tetap waspada, khususnya mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai atau kali. Termasuk masyarakat yang tinggal di pinggir danau juga perlu waspada karena dampak dari intensitas hujan tinggi ini, air sungai akan meningkat yang mana pada akhirnya bisa merendam pemukiman warga yang ada di sekitar Danau Sentani. (roy/ary)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…