Categories: SENTANI

Biaya PCR Mahal, Pemerintah Diminta Beri Keringanan

SENTANI-Keterbatasan untuk mendapatkan akses pemeriksaan PCR dan juga mahalnya biaya yang ditetapkan untuk mendapatkan layanan itu, ternyata menjadi keluhan bagi sebagian masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Karena saat ini aturan pemerintah yang mengharuskan setiap pelaku perjalanan, khususnya yang hendak bepergian keluar daerah harus memiliki surat negatif hasil PCR. 

“Kalau bisa, pemerintah menempatkan satu di Bandara  Sentani khusus untuk pelaku perjalanan,” kata Syamsul Alam, salah seorang warga di Bandara Sentani, Sabtu, (7/8).

Dia mengatakan, saat ini layanan PCR hanya ada di beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Kota Jayapura. Kendati demikian, alat tersebut juga dipakai untuk pemeriksaan terhadap masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya, apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Di saat yang sama, peralatan itu juga digunakan oleh para calon penumpang yang akan bepergian keluar daerah ataupun intra Papua.

“Kalau di bandara, mungkin khusus untuk masyarakat yang hendak bepergian. Mungkin harganya tidak terlalu mahal dan tidak antrean. Karena kita juga harus mencegah penyebaran Covid-19 ini jangan sampai kita ikut antre di sana, kita justru terpapar,” ungkapnya.

Dia berharap agar ketika pemerintah bisa menempatkan satu layanan khusus  PCR bagi penumpang di Bandara Sentani, termasuknya biayanya agar tidak terlalu mahal seperti yang terjadi seperti sekarang ini.

“Sekarang biayanya sangat mahal sekali yanki Rp 900.000, belum harga tiketnya lagi. Memang ini resiko, tetapi kami mohon supaya ada kompensasi dari pemerintah. Karena bagi kami masyarakat kecil dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan aktivitas ekonomi ini sangat berdampak bagi kami,”ungkapnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago