

Aktivitas masyarakat di Bandar Udara Sentani, Sabtu, (7/8). Pemerintah diminta buka layanan PCR bagi warga yang hendak berpergian keluar Papua. (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Keterbatasan untuk mendapatkan akses pemeriksaan PCR dan juga mahalnya biaya yang ditetapkan untuk mendapatkan layanan itu, ternyata menjadi keluhan bagi sebagian masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Karena saat ini aturan pemerintah yang mengharuskan setiap pelaku perjalanan, khususnya yang hendak bepergian keluar daerah harus memiliki surat negatif hasil PCR.
“Kalau bisa, pemerintah menempatkan satu di Bandara Sentani khusus untuk pelaku perjalanan,” kata Syamsul Alam, salah seorang warga di Bandara Sentani, Sabtu, (7/8).
Dia mengatakan, saat ini layanan PCR hanya ada di beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Kota Jayapura. Kendati demikian, alat tersebut juga dipakai untuk pemeriksaan terhadap masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya, apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Di saat yang sama, peralatan itu juga digunakan oleh para calon penumpang yang akan bepergian keluar daerah ataupun intra Papua.
“Kalau di bandara, mungkin khusus untuk masyarakat yang hendak bepergian. Mungkin harganya tidak terlalu mahal dan tidak antrean. Karena kita juga harus mencegah penyebaran Covid-19 ini jangan sampai kita ikut antre di sana, kita justru terpapar,” ungkapnya.
Dia berharap agar ketika pemerintah bisa menempatkan satu layanan khusus PCR bagi penumpang di Bandara Sentani, termasuknya biayanya agar tidak terlalu mahal seperti yang terjadi seperti sekarang ini.
“Sekarang biayanya sangat mahal sekali yanki Rp 900.000, belum harga tiketnya lagi. Memang ini resiko, tetapi kami mohon supaya ada kompensasi dari pemerintah. Karena bagi kami masyarakat kecil dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan aktivitas ekonomi ini sangat berdampak bagi kami,”ungkapnya.(roy/tho)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…