Categories: SENTANI

Ketua TP-PKK Jayapura: Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Tanpa Informasi

SENTANI – Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika Wonda, menegaskan bahwa berbagai program bantuan pemerintah telah tersedia untuk masyarakat. Namun, program tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya informasi dan keterbukaan dari warga. Pesan itu disampaikan saat kegiatan sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Rabu (6/5).

Menurut Dewi Sartika Wonda, seluruh pengurus PKK hingga tingkat kampung untuk lebih aktif menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.

“Kami ini manusia biasa, bukan orang yang bisa meramal dan tahu semuanya sendiri. Kalau ada anak putus sekolah karena biaya, ada warga kesulitan mengurus dokumen, atau ada ibu hamil dengan kondisi berisiko, sampaikan kepada kami,” jelasnya dalam rilis, Kamis (7/5).

Lanjutnya, jika pemerintah tidak tahu, bagaimana bisa membantu. Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah agar bantuan yang telah diprogramkan benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, mekanisme penyampaian kebutuhan masyarakat sangat mudah. Warga dapat melapor melalui Ketua PKK kampung, diteruskan ke tingkat distrik hingga kabupaten, atau langsung menyampaikan kepada petugas saat kegiatan pelayanan berlangsung. “Saya mengingat bahwa seluruh bantuan dan layanan pemerintah harus dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu,” terangnya.

Dalam kegiatan PKG kali ini, hanya 30 warga dari setiap kampung yang diambil sebagai sampel pemeriksaan. Karena itu, ia meminta peserta turut menyebarluaskan informasi kepada masyarakat lainnya. “Jangan sampai masyarakat berpikir kesempatan ini hanya sekali. Pemeriksaan kesehatan gratis tersedia setiap hari di puskesmas dan bisa diakses siapa saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKK Kampung Adat Ifar Besar, Ineke Violeta Fami, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia mengatakan masyarakat Kampung Ifar Besar menyambut kegiatan itu dengan antusias.

Menurutnya, selama ini pengurus kampung rutin menjalankan kegiatan posyandu setiap bulan, meski peserta yang hadir masih didominasi kelompok lanjut usia.

“Program PKG ini sangat membantu karena benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pelayanan kesehatan yang selama ini kami lakukan,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

11 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

12 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

13 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

14 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

15 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

16 hours ago