

Jalan menuju ibu kota distrik Ravenirara yang baru dirintis, hingga saat ini jalan itu belum bisa dilalui kendaraan, karena belum dikerjakan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura. (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Akses jalan darat menuju ibu kota Distrik Ravenirara hingga saat ini masih belum dilanjutkan, setelah pemerintah Kabupaten Jayapura merintis pembukaan jalan ke Distrik itu beberapa tahun lalu. Oleh karena itu masyarakat Distrik Ravenirara meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura segera meningkatkan pekerjaan jalan tersebut.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap pekerjaan jalan menuju Distrik Ravenirara . Minimal ada peningkatan dari sebelumnya,” kata tokoh adat di Distrik Yongsu Desoyo Melkisedek Tablaserai saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di Distrik Ravenirara Kabupaten Jayapura, Sabtu (7/5).
Dia mengatakan, meskipun jalan itu saat ini bisa dilalui oleh kendaraan tertentu, namun ada banyak sungai yang membagi jalan sehingga sewaktu-waktu jalan itu terputus. Kondisi ini sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Jayapura untuk meningkatkan pekerjaan dalam tersebut.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mempercepat proses pengerjaan, informasi tahun ini tapi belum ada tanda-tanda yang kita lihat,” ujarnya.
Menurutnya, akses jalan ke wilayah itu sangat penting karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan untuk proses pemasaran hasil bumi mereka. Selama ini akses transportasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah itu hanya mengandalkan speed boat. Itupun hanya digunakan pada saat cuaca sedang baik, namun ketika cuaca sedang buruk atau angin di lautan masyarakat pasti tidak bisa keluar.
“Kalau musim buah-buahan di sini terpaksa kami hanya carter speed, karena potensi di sini cukup melimpah tidak hanya buah-buahan tetapi juga ada potensi perikanan yang memang sangat membutuhkan akses jalan,” tandasnya.(roy/ary)
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…