

Seorang warga Asei Pulau, Oktovianus Pepuho, saat mendayung perahunya hingga ke jalan aspal tempat FDS dilaksanakan, karena air Danau Sentani meluap, Senin (6/4). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Tingginya debit air Danau Sentani berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan pulau, termasuk di Kampung Asei Pulau. Seorang warga Asei Pulau, Oktovianus Pepuho, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kondisi air danau terus meningkat, bahkan telah menggenangi area yang biasanya kering.
“Biasanya kalau air surut, saya parkir perahu di dermaga. Tapi sekarang air sudah naik, saya bisa parkir perahu di depan tugu Khalkote, karena air sudah setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, air telah memenuhi kawasan yang biasa digunakan untuk pelaksanaan Festival Danau Sentani, sehingga perahu dayung kini bisa digunakan hingga ke jalan aspal.
Meski kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan dan cukup mengganggu, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.
“Air memang naik, tapi kami tetap beraktivitas. Yang melaut tetap cari ikan, anak-anak tetap sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, warga Kampung Ayapo, Marthenluter Eha, mengaku terdampak dari sisi ekonomi akibat kondisi tersebut. Sebagai pengemudi speedboat dengan rute Ayapo – Asei, ia mengaku mengalami penurunan pendapatan karena berkurangnya jumlah penumpang.
Page: 1 2
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…